Otomotif
Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin Motor? Ini Risiko Terburuknya
Para pengendara motor wajib tahu, mengenai dampak buruk mengganti oli mesin beda merek pada motor.
Tetapi bagaimana jika saat penggantian oli lupa mencatat kapan terakhir kali melakukan penggantian oli.
Kepala Mekanik Ahass Honda Cahaya Sakti Motor Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, jika lupa kapan waktu penggantian oli bisa dilakukan dengan mengecek kondisinya atau tingkat kekentalan.
"Pengecekan bisa dilakukan dengan stik pada tutup oli mesin. Pada stik tersebut biasanya ada takaran oli yang ditunjukkan melalui garis-garis ukuran pada stik,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (2/2/2020).
Pengecekan ini, kata Joko, untuk mengetahui volume oli yang tersisa pada mesin.
Apabila sudah berkurang, sebaiknya segera dilakukan penggantian oli.
Selain itu, masih kata Joko, pengecekan kualitas oli mesin juga bisa dilihat dari tingkat kekentalan oli.
“Jika kondisi oli sudah hitam itu menandakan oli sudah tidak bagus dan sebaiknya segera dilakukan penggantian. Tetapi, jika oli masih encer seperti saat pertama kali dituang berarti masih bagus,” ujarnya.
Joko menambahkan, menjaga kondisi oli mesin ini cukup penting untuk menjaga komponen mesin.
Para pemilik motor agar jangan lalai untuk melakukan penggantian.
“Kalau sampai kehabisan oli mesin akibatnya bisa fatal, banyak komponen yang akan mengalami aus sehingga harus diganti. Mulai dari ring piston, poros engkol, piston dan bagian yang lain,” ucapnya.
Jika kondisi itu terjadi maka motor harus dilakukan pembongkaran mesin
Biayanya pun tidak sedikit, karena bisa mencapai jutaan rupiah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gonta-ganti Oli Mesin Beda Merek pada Motor Juga Berisiko", "Ganti Oli Mesin Jangan Semprot Angin Kompresor, Ini Efeknya", dan "Cara Mudah Cek Kondisi Oli Mesin pada Sepeda Motor"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ganti-oli-motor.jpg)