Otomotif
Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin Motor? Ini Risiko Terburuknya
Para pengendara motor wajib tahu, mengenai dampak buruk mengganti oli mesin beda merek pada motor.
Para pengendara motor wajib tahu, mengenai dampak buruk mengganti oli mesin beda merek pada motor.
Tak ayal, risiko buruk sering gonta-ganti merek oli mesin motor bikin umur mesin motor singkat. Kok bisa?
Berikut ini adalah risiko buruk gonta-ganti merek oli mesin motor, mengutip artikel Kompas.com.
Komponen di dalam mesin sepeda motor butuh untuk dilumasi agar dapat bekerja dengan baik.
• Marak Ban Dalam Motor Palsu, Cara Membedakan dengan yang Asli Dicium dan Ditarik? Ini Penjelasannya
• Penyakit Motor Lawas Sering Mogok Gara-Gara Karburator Kebanjiran, Begini Cara Mengatasinya
Namun, tak jarang pemilik motor tidak setia dengan satu merek oli alias kerap bergonta-ganti.
Fungsi oli mesin bukan hanya melumasi setiap komponen yang bergesekan.
Oli mesin juga dapat mendinginkan mesin dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.
Selain itu, oli mesin juga mampu membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.
Ganti Oli Motor (Foto: Rideapart)
Fungsi lainnya yang tak kalah penting adalah oli mesin mampu memaksimalkan kompresi dan memertahankan tekanan agar konsumsi bahan bakar sangat efektif, merapatkan antar mekanik yang bergerak, dan memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.
Rialdy Fasha, Training and Technical Engineer Motul Indonesia, mengatakan, oli mesin tiap merek memiliki grade kualitas yang berbeda-beda dari mineral, yakni semi dan full sintetik.
Sering gonta-ganti merek oli pasti dapat berdampak buruk bagi kendaraan.
"Salah satunya dapat mempengaruhi performa dan proteksi pada mesin, antara lain bisa kerusakan pada seal, umur mesin yang lebih singkat, dan lainnya," ujar Rialdy, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.
Penggantian oli mesin untuk sepeda motor skutik (Otomania/Setyo Adi)
Rialdy menambahkan, dikarenakan setiap oli memiliki zat aditif yang berbeda-beda, jika terlalu sering diganti, maka akan ada sisa pelumas sebelumnya yang sedikit banyak bercampur oli baru.
"Jika terus dilakukan seperti itu, maka aditif oli yang terdapat pada mesin bisa terjadi perbedaan unsur senyawa yang mengakibatkan reaksi kimia pada mesin," kata Rialdy.
Jangan Semprot Pakai Angin Kompresor
Melakukan penggantian oli mesin sepeda motor biasanya dilakukan di bengkel resmi maupun umum.
Ganti oli motor (Shutterstock)
Bahkan tidak jarang mekanik membersihkan sisa oli di dalam ruang jantung pacu menggunakan angin kompresor.
Sehingga, sisa oli yang masih ada di dalam blok mesin bisa keluar lebih maksimal.
Tetapi, ternyata kebiasaan menyemprotkan angin tidak disarankan.
Hal ini disebabkan karena angin kompresor ternyata mengandung uap air.
Pelumas kendaraan(www.netwaste.org.au)
Sehingga, saat angin disemprotkan ke dalam mesin justru akan berpotensi meninggalkan air di dalam mesin.
Kondisi tersebut akan berpengaruh pada kinerja oli dalam melakukan pelumasan komponen yang ada di dalam mesin.
Kepala Mekanik AHASS Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, saat melakukan penggantian oli mesin sebaiknya tidak diikuti dengan penyemprotan angin kompresor.
Meskipun tujuannya adalah untuk membersihkan sisa oli yang masih ada di dalam mesin.
“Sebaiknya saat mengganti oli tidak perlu disemprot menggunakan kompresor, anginnya itu kan mengandung air. Jadi biarkan saja oli habis dengan sendirinya,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (9/2/2020).
Selain itu, Joko menambahkan, menyemprotkan angin kompresor ke dalam mesin justru akan membuat kotoran di dalam mesin tidak bisa keluar terbawa oli.
Melainkan justru menyebar dan bisa berdampak buruk pada komponen di dalam mesin.
“Kalau disemprot nanti kotoran di dalam mesin justru bisa menyebar. Selain itu nanti ada komponen atau part di dalam mesin yang mengalami kekurangan pelumasan,” ucapnya.
Hal ini disebabkan, karena oli yang seharusnya masih menempel pada komponen bisa terdorong keluar semua.
Kondisi paling parah komponen yang kekurangan pelumasan bisa menyebabkan terjadinya keausan mesin.
“Seharusnya kan saat mengganti oli ada sisa oli yang masih menempel pada komponen, kalau disemprot itu justru akan ada yang kekurangan pelumas dan bisa menyebabkan keausan,” katanya.
Maka dari itu, Joko pun menyarankan agar saat melakukan penggantian oli sebaiknya dibiarkan hingga beberapa saat sampai oli yang ada di dalam blok mesin habis dengan sendirinya.
Cara tersebut bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti adanya uap air yang bercampur dengan oli dan juga keausan komponen di dalam mesin karena oli yang disemprot angin kompresor.
Cara mudah cek oli mesin
Melakukan penggantian oli mesin sewajarnya dilakukan secara rutin.
Untuk oli mesin sepeda motor, rata-rata dilakukan setiap kelipatan 2.000 kilometer sampai 2.500 kilometer.
Penggantian oli secara rutin ini untuk menjaga agar kondisi mesin tetap terjaga dan menghindari terjadinya keausan pada komponen tertentu.
Mengingat, pelumas ini mempunyai fungsi yang sangat vital.
Salah satunya adalah untuk mendinginkan dan menghindari terjadinya benturan antara komponen pada mesin.
Tetapi bagaimana jika saat penggantian oli lupa mencatat kapan terakhir kali melakukan penggantian oli.
Kepala Mekanik Ahass Honda Cahaya Sakti Motor Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, jika lupa kapan waktu penggantian oli bisa dilakukan dengan mengecek kondisinya atau tingkat kekentalan.
"Pengecekan bisa dilakukan dengan stik pada tutup oli mesin. Pada stik tersebut biasanya ada takaran oli yang ditunjukkan melalui garis-garis ukuran pada stik,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (2/2/2020).
Pengecekan ini, kata Joko, untuk mengetahui volume oli yang tersisa pada mesin.
Apabila sudah berkurang, sebaiknya segera dilakukan penggantian oli.
Selain itu, masih kata Joko, pengecekan kualitas oli mesin juga bisa dilihat dari tingkat kekentalan oli.
“Jika kondisi oli sudah hitam itu menandakan oli sudah tidak bagus dan sebaiknya segera dilakukan penggantian. Tetapi, jika oli masih encer seperti saat pertama kali dituang berarti masih bagus,” ujarnya.
Joko menambahkan, menjaga kondisi oli mesin ini cukup penting untuk menjaga komponen mesin.
Para pemilik motor agar jangan lalai untuk melakukan penggantian.
“Kalau sampai kehabisan oli mesin akibatnya bisa fatal, banyak komponen yang akan mengalami aus sehingga harus diganti. Mulai dari ring piston, poros engkol, piston dan bagian yang lain,” ucapnya.
Jika kondisi itu terjadi maka motor harus dilakukan pembongkaran mesin
Biayanya pun tidak sedikit, karena bisa mencapai jutaan rupiah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gonta-ganti Oli Mesin Beda Merek pada Motor Juga Berisiko", "Ganti Oli Mesin Jangan Semprot Angin Kompresor, Ini Efeknya", dan "Cara Mudah Cek Kondisi Oli Mesin pada Sepeda Motor"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ganti-oli-motor.jpg)