Otomotif
Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin Motor? Ini Risiko Terburuknya
Para pengendara motor wajib tahu, mengenai dampak buruk mengganti oli mesin beda merek pada motor.
Selain itu, Joko menambahkan, menyemprotkan angin kompresor ke dalam mesin justru akan membuat kotoran di dalam mesin tidak bisa keluar terbawa oli.
Melainkan justru menyebar dan bisa berdampak buruk pada komponen di dalam mesin.
“Kalau disemprot nanti kotoran di dalam mesin justru bisa menyebar. Selain itu nanti ada komponen atau part di dalam mesin yang mengalami kekurangan pelumasan,” ucapnya.
Hal ini disebabkan, karena oli yang seharusnya masih menempel pada komponen bisa terdorong keluar semua.
Kondisi paling parah komponen yang kekurangan pelumasan bisa menyebabkan terjadinya keausan mesin.
“Seharusnya kan saat mengganti oli ada sisa oli yang masih menempel pada komponen, kalau disemprot itu justru akan ada yang kekurangan pelumas dan bisa menyebabkan keausan,” katanya.
Maka dari itu, Joko pun menyarankan agar saat melakukan penggantian oli sebaiknya dibiarkan hingga beberapa saat sampai oli yang ada di dalam blok mesin habis dengan sendirinya.
Cara tersebut bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti adanya uap air yang bercampur dengan oli dan juga keausan komponen di dalam mesin karena oli yang disemprot angin kompresor.
Cara mudah cek oli mesin
Melakukan penggantian oli mesin sewajarnya dilakukan secara rutin.
Untuk oli mesin sepeda motor, rata-rata dilakukan setiap kelipatan 2.000 kilometer sampai 2.500 kilometer.
Penggantian oli secara rutin ini untuk menjaga agar kondisi mesin tetap terjaga dan menghindari terjadinya keausan pada komponen tertentu.
Mengingat, pelumas ini mempunyai fungsi yang sangat vital.
Salah satunya adalah untuk mendinginkan dan menghindari terjadinya benturan antara komponen pada mesin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ganti-oli-motor.jpg)