Otomotif
Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin Motor? Ini Risiko Terburuknya
Para pengendara motor wajib tahu, mengenai dampak buruk mengganti oli mesin beda merek pada motor.
Rialdy menambahkan, dikarenakan setiap oli memiliki zat aditif yang berbeda-beda, jika terlalu sering diganti, maka akan ada sisa pelumas sebelumnya yang sedikit banyak bercampur oli baru.
"Jika terus dilakukan seperti itu, maka aditif oli yang terdapat pada mesin bisa terjadi perbedaan unsur senyawa yang mengakibatkan reaksi kimia pada mesin," kata Rialdy.
Jangan Semprot Pakai Angin Kompresor
Melakukan penggantian oli mesin sepeda motor biasanya dilakukan di bengkel resmi maupun umum.
Ganti oli motor (Shutterstock)
Bahkan tidak jarang mekanik membersihkan sisa oli di dalam ruang jantung pacu menggunakan angin kompresor.
Sehingga, sisa oli yang masih ada di dalam blok mesin bisa keluar lebih maksimal.
Tetapi, ternyata kebiasaan menyemprotkan angin tidak disarankan.
Hal ini disebabkan karena angin kompresor ternyata mengandung uap air.
Pelumas kendaraan(www.netwaste.org.au)
Sehingga, saat angin disemprotkan ke dalam mesin justru akan berpotensi meninggalkan air di dalam mesin.
Kondisi tersebut akan berpengaruh pada kinerja oli dalam melakukan pelumasan komponen yang ada di dalam mesin.
Kepala Mekanik AHASS Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, saat melakukan penggantian oli mesin sebaiknya tidak diikuti dengan penyemprotan angin kompresor.
Meskipun tujuannya adalah untuk membersihkan sisa oli yang masih ada di dalam mesin.
“Sebaiknya saat mengganti oli tidak perlu disemprot menggunakan kompresor, anginnya itu kan mengandung air. Jadi biarkan saja oli habis dengan sendirinya,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (9/2/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ganti-oli-motor.jpg)