Hari Musik Nasional

Lagunya Diperdengarkan di Hotel, Restoran, dan Tempat Karaoke, Para Penyanyi ini Dapatkan Royalti

Bagi para penyanyi yang lagunya diperdengarkan di ranah publik, bisa mendapatkan hak royalti lagu dari performing rights.

Lagunya Diperdengarkan di Hotel, Restoran, dan Tempat Karaoke, Para Penyanyi ini Dapatkan Royalti
Presiden Joko Widodo bersama penyanyi Raisa saat pembukaan Munas VII PAPPRI sekaligus memperingati Hari Musik Nasional 2017 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3/2017). () 

Terkait dengan royalti lagu, bagi restoran, hotel, tempat karaoke, dan tempat umum lainnya, ternyata tidak bisa memperdengarkan lagu begitu saja.

Pasalnya, royalti lagu yang diperdengarkan di ranah publik juga melekat pada hal tersebut.

Karena itu, bagi para penyanyi yang lagunya diperdengarkan di ranah publik, bisa mendapatkan hak royalti lagu dari performing rights atau hak untuk mengumumkan karya ke ranah publik tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin (9/3/2020), Performers Right Society of Indonesia ( Prisindo) mendistribusikan royalti tahunan kepada lebih dari 300 musisi dan penyanyi.

Lulus SMA Nggak ada Biaya Lanjut Kuliah? Pemerintah Siapkan 818.000 Beasiswa, Ini Syarat dan Caranya

Cerita Kakek Berusia 101 Tahun Berhasil Sembuh dari Virus Corona, Ternyata ini Penyebabnya

Mereka yang menerima royalti tersebut di antaranya Raisa, KotaK, Iwan Fals, Payung Teduh, Didi Kempot, Geisha, Via Vallen.

Lalu, The Changcuters, Maudy Ayunda, Ungu, dan lainnya yang tercatat sebagai anggota Prisindo.

Prisindo sendiri merupakan sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Hak Terkait untuk pelaku pertunjukan.

“Royalti yang dibagikan bukan berasal dari penjualan lagu musisi/penyanyi baik secara digital maupun fisik, namun berasal dari performing rights atau hak untuk mengumumkan karya ke ranah publik," kata Marcell Siahaan, Ketua Umum Prisindo, , dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (9/3/2020).

Performing rights itu misalnya, karya-karya musik yang diperdengarkan untuk kepentingan komersial, seperti di hotel, tempat karaoke, restoran, dan lain-lain.

"Maka, para pengguna tersebut wajib membayar royalti performing rights pada tiga pemilik hak: yang pertama adalah pencipta lagunya, yang kedua adalah musisi dan penyanyi yang merekam karya tersebut, dan yang ketiga adalah produser,” ujar Marcell lagi.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved