Breaking News:

Hari Musik Nasional

Lagunya Diperdengarkan di Hotel, Restoran, dan Tempat Karaoke, Para Penyanyi ini Dapatkan Royalti

Bagi para penyanyi yang lagunya diperdengarkan di ranah publik, bisa mendapatkan hak royalti lagu dari performing rights.

Editor: Mohamad Yusuf
Presiden Joko Widodo bersama penyanyi Raisa saat pembukaan Munas VII PAPPRI sekaligus memperingati Hari Musik Nasional 2017 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3/2017). () 

Pembayaran dan pendistribusian royalti tersebut berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Di situ diatur tentang dua jenis Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) untuk mengelola dan mendistribusikan royalti performing rights.

Royalti untuk pencipta lagu diurus oleh LMK Hak Cipta dan royalti untuk musisi atau penyanyi yang merekam lagu tersebut beserta produser yang merilis lagu tersebut diurus oleh LMK Hak Terkait.

Sebagai informasi, Prisindo dirintis oleh mendiang Kris Biantoro, Koes Hendratmo, Tamam Hussein, dan beberapa tokoh musik Indonesia lainnya.

Saat ini, tercatat beberapa nama musisi Indonesia sebagai pengurus Prisindo periode 2019-2024. Mereka adalah Marcell sebagai Ketua Umum, Sari Koeswoyo sebagai Ketua I, Indra Perdana Sinaga (ADA Band) Ketua II, Chandra “Konde” Christanto Wakil Ketua I, Makki Parikesit (Ungu) Sekretaris, Indra Prasta (The Rain) Wakil Sekretaris, dan Irwan Indrakesuma (Chaseiro) sebagai Bendahara.

Penetapan Hari Musik Nasional

Hari ini Senin (9/3/2020) merupakan Hari Musik Nasional.

Mengapa disebut demikian? 

Berdasarkan sejarah, peringatan hari musik di Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 9 Maret, disamakan dengan hari lahir pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman.

Peringatan ini, kali pertama dilakukan pada 9 Maret 2013 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved