Selasa, 14 April 2026

UPDATE: Perkembangan Polemik Siswa Seminari BSB Maumere Yang Diduga Dicekoki Kotoran Manusia

Mereka melakukan rekonsiliasi dan saling memaafkan dalam momentum perayaan misa, Kamis (5/3) malam

Editor: Feryanto Hadi
Ist/kompas.com-Nansianus Taris
Suasana setelah rapat bersama orang tua siswa dan pihak sekolah di aula Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (25/2020). 

Dua pekan setelah dugaan  sejumlah pelajar Kelas VII oleh kakak kelas siswa SMA Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere dicekoki kotoran manusia menjadi berita viral, suasana belajar-mengajar di lingkungan sekolah kini telah kondusif.

Peristiwa yang dianggap "mencoreng nama baik sekolah" itu berakhir damain setelah sejumlah pihak hadir untuk turut menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka melakukan rekonsiliasi dan saling memaafkan dalam momentum perayaan misa.

Utusan siswa, orangtua murid dan guru pendamping melakukan doa rekonsiliasi di depan Pantung Bunda Maria, Kamis (5/3) dalam perayaan misa yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu di Kapela BSB.

 Seperti diberitakan, 77 siswa kelas VII BSB Maumere diberitakan sebelumnya, "dipaksa" memakan kotoran manusia oleh kakak kelasnya, Rabu (19/2/2020). Kejadian ini bermula ketika kakak kelas XII bertugas menjaga kebersihan menemukan kantung kresek berisi feses di bawah lemari.

Sosok Janda Tajir Melintir yang Nikahi 14 Brondong, Sempat Nyalon Walikota Tapi Kalah

Diduga Beri Informasi Tak Akurat, Sejumlah Keterangan Pemerintah Dibantah Pasien Positif Corona

Praeses BSB Maumere, RD Adeodatus Duu membantah pemberitaan bahwa para siswa diberi makan feses.

Kejadian sebenarnya kata RD. Adeodatus Duu, berawal ketika kakak kelas mengambil sendok, menaruh feses lalu mengancam akan memasukannya ke dalam mulut siswa kelas VII.

 "(kakak kelas bilang) Kalau kamu tidak mengakui siapa yang punya kotoran akan disentuh dengan kotoran. Ini berdasarkan pengakuan dari anak-anak dan bapak asrama yang telah mengecek anak-anak," ujarnya.

Doa rekonsiliasi dibawakan oleh utusan siswa SMP yang diwakili Alexandro Indra Saputra Mula, utusan siswa SMAS diwakili Alexandro Moti, utusan guru, dan perwakilan orang tua.

Sering Dibully, Rocky Gerung Sarankan Anies Main Tik-tok Saja, Jangan Dengerin Hatters

20 tahun Vakum, Novia Kolopaking Berakting Lagi, Intip Momen Romantis Cak Nun Temani Istri Syuting

Kabar Warga Lampung Positif Corona Bikin Geger, Begini Faktanya

Satu per satu mereka menyampaikan doa kepada Bunda Maria meminta penguatan dan permohonan saling memaafkan atas terjadinya kasus yang sempat viral itu.

Perayaan ekaristi dihadiri orang tua korban, orang tua pelaku, dan sejumlah pejabat dari beberapa instansi seperti Polri dan TNI, dan unsur pemerintahan. Para siswa SMP dan SMA menempati bangku paling depan. Mereka tampak gagah dengan pakaian tenun.

Praeses Seminari BSB, RD. Deodatus Du'u, menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya peristiwa tersebut. Diakuinya peristiwa tersebut telah mencoreng lembaga Seminari BSB.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pelbagai pihak, terutama orang tua korban, sehingga lahir kemauan bersama untuk melakukan rekonsiliasi.

Menurut RD. Deodatus, rekonsiliasi sangat tepat sebagai media reflektif untuk melakukan pembenahan.

Mengaku Kehabisan Uang, Pria Penyuka Sesama Jenis di Sumatera Barat Bercinta di Musala

Istri Kuli Bangunan Terinspirasi Adegan Sinetron, Ajak Pria Ngamar, Suami Datang, Korban Diperas

Bertahun-tahun Nantikan Buah Hati, Chaca Thakya Tulis Doa Trenyuh di Empat Bulan Usia Kehamilannya

"Tidak akan ada lagi bentuk kekerasan apapun di lingkungan sekolah ini. Kalau terjadi lagi kita akan tindak tegas. Saya mohon dukungan, dia dan sikap kita semua," ajak RD. Deodatus Du'u ujarnya dikutip dari pos-kupang.com (WartaKota Network).

Mgr.Edwaldus, dalam kotbahnya mengajak semua yang hadir memperjuangkan rekonsiliasi dalam kerapuhan dan kelemahan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved