UPDATE: Perkembangan Polemik Siswa Seminari BSB Maumere Yang Diduga Dicekoki Kotoran Manusia
Mereka melakukan rekonsiliasi dan saling memaafkan dalam momentum perayaan misa, Kamis (5/3) malam
Sebagai pribadi dan lembaga, kata Mgr.Edwaldus, akan jatuh dalam kelemahan, kerapuhan dan kegagalan. Namun, dalam semangat iman terpanggil untuk melangkah maju, kepala tegak dan berani mengakui kelemahan dan kerapuhan kita.
"Sebagai lembaga pendidikan hendaknya mewartakan cinta kasih Injil sebagaimana diamanatkan dalam visi dan misi KWI," pinta Mgr.Edwaldus.
Dikatakanya, lembaga pendidikan seperti seminari harus sering melakukan refleksi bersama atas dokumen-dokumem gereja, bersama para pendamping di seminari maupun guru-guru di sekolah. Sharing kitab suci dan ajaran Sri Paus menjadi sangat penting bagi lembaga seminari.
• Cuma Fans Tapi Posesif, Jengkel DM Tak Dibalas, Alasan Pria Ini Ancam Perkosa Aktris Syifa Hadju
• Jadi Pacar Anya Geraldine Harus Kuat Mental, Serangan Para Fans Nur Hayati Kadang Sporadis
Dalam semangat pembaharuan sejati, Mgr.Edwaldus mengajak semua menjadi murid Yesus dengan hari-hari yang penuh sukacita injil.
"Marilah kita saling mengampuni dan belajar dari kesalahan kita, rendah hati yang terbuka, mengampuni dan mengakui segala kesalahan, kekurangan, kegagalan dan kejatuhan dalam hidup.
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Kasus "Makan" Faces di Seminari BSB Maumere, Pelaku dan Korban Saling Memaafkan, https://kupang.tribunnews.com/2020/03/06/kasus-makan-faces-di-seminari-bsb-maumere-pelaku-dan-korban-saling-memaafkan?page=2.
Editor: Kanis Jehola
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/siswa-seminari-makan-kotoran-manusia.jpg)