Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU. Dan simak cara membuat masker sendiri dan hand sanitizer.

Tayang:
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Anggota KPPU Guntur S Saragih saat ditemui awak media di Medan. 

MASYARAKAT kesulitan memperoleh masker usai ramai isu virus corona. 

Kalaupun ditemukan, harganya menjadi sangat mahal. 

Apa yang terjadi dengan masker?

Masuknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, turut menjadi perhatian serius Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Akibat Virus Corona, PT LIB Resmi Tunda Laga Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya

Kondisi ini diharapkan tidak menimbulkan kepanikan dan diharapkan pula tidak ada aksi penimbunan masker.

Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Medan, Ramli Simanjuntak mengatakan pihaknya memantau harga masker dengan mengecek ke pasar toko toko modern, apotek, dan toko obat.

"Kami pantau terus harga masker, kepada penjual jangan mempermainkan dan menahan pasokan untuk mempermainkan harga, karena masker ini sangat dibutuhkan masyarakat. Bagi masyarakat tidak usah panik, beli masker secukupnya saja," ucap Ramli di Medan, Rabu (4/3/2020).

KPPU belum menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam perdagangan masker di pasaran.

Hal itu terkait temuan sementara penelitian inisiatif yang dilakukan KPPU dalam menyikapi kenaikan dan kelangkaan harga masker di pasaran sejak awal Februari 2020 hingga 2 Maret 2020.

Penelitian tersebut memang menunjukkan kenaikan harga masker terutama jenis 3 ply mask dan N95 mask yang sangat signifikan. Namun saat ini, kenaikan masih dipacu oleh merebaknya Novel Coronavirus (COVID-19) di seluruh dunia.

VIDEO : RSUP Persahabatan Pulogadung Rawat 10 Pasien Dalam Pengawasan Gejala Virus Corona

Hasil penelitian tersebut disampaikan di Forum Jurnalis terkait Temuan Sementara Penelitian KPPU atas Kelangkaan Masker di Pasaran oleh Anggota KPPU Guntur S Saragih dan Direktur Ekonomi KPPU, M Zulfirmansyah.

Kata Guntur, KPPU melihat adanya kenaikan harga yang signifikan dari harga normal.

KPPU juga melihat ada peningkatan demand yang tinggi di pasar yang tidak diiringi dengan peningkatan supply dari produsen.

Di mana jumlah produksi antarprodusen tidak sama. KPPU telah melakukan konsolidasi data dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, di mana pembuktian memperlihatkan berkurangnya stok masker dan tingginya demand.

Penelitian tersebut dilakukan di area Jabodetabek dan seluruh wilayah kerja kantor wilayah KPPU.

"KPPU belum menemukan adanya pelaku usaha besar yang menjadi sumber kenaikan harga masker di pasaran. Dari struktur, saat ini terdapat banyak pelaku usaha di pasar masker Indonesia. Tercatat ada 28 perusahaan produsen masker yang terdaftar melalui izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, 55 perusahaan distributor masker, dan 22 perusahaan importir masker," ucap 
Guntur.

Dikatakannya, dari penelitian juga ditemukan bahwa belum ada pelaku usaha besar yang melanggar aturan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di pasar.

Sebut Pasien Positif Virus Corona Stres, Wali Kota Depok: Warga Harus Waspada tapi Jangan Panik

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi pengumuman yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 bahwa di Indonesia telah ditemukan suspect pasien yang terinfeksi COVID-19.

"Kepanikan ini membuat meningkatnya daya beli di pasaran dan meningkatkan kebutuhan secara mendadak, sehingga sangat rentan dimanfaatkan oleh pasar untuk menaikkan harga," ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat teredukasi dengan baik dan bertindak cerdas dalam bertransaksi.

Selain itu, ia juga mengapresiasi pelaku usaha yang tidak melakukan peningkatan harga dan memanfaatkan situasi yang tengah terjadi saat ini.

Cara Membuat Masker Sendiri dengan Bahan Rumahan

Sementara itu, kini ada cara membuat masker sendiri.

 Sekolah Internasional di Pasar Minggu Libur Dua Pekan Antisipasi Virus Corona, Ini Penjelasan Disdik

Dilansir dari South China Morning Post, ilmuwan dari Hong Kong, Profesor Alvin Lai, dr. Joe Fan, dan dr. Iris Li menemukan cara mudah dan murah untuk membuat masker sendiri di rumah.

Profesor Yuen Kwok-yung, ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong mendukung penggunaan masker ini.

Joe Fan King-man, asisten kepala eksekutif rumah sakit Universitas Hong Kong, mengatakan masker buatan rumah telah menjalani tes laboratorium.

Hasilnya terbukti mencapai 80 hingga 90 persen fungsi masker bedah reguler dalam hal penyaringan aerosol dan tetesan.

Meskipun demikian, masker ini tidak bisa berfungsi permanen.

" Masker buatan sendiri hanya bisa sebagai alternatif bagi mereka yang tidak memiliki peralatan tetapi perlu melindungi diri dari infeksi," kata Fan.

 Antisipasi Virus Corona, The Jakmania Siap Patuhi Tidak Saksikan Laga Persija Vs Persebaya

Ini cara membedakan antara Virus Corona dengan Flu serta influenza
Ini cara membedakan antara Virus Corona dengan Flu serta influenza (Kolase foto Wartakotalive)

Untuk membuatnya, Anda memerlukan bahan-bahan berikut ini:

- Kitchen roll paper

- Tisu tebal

- Karet

- Pelubang kertas

- Isolasi kertas

- Gunting

- Kawat berlapis plastik

 Dari 9 Orang Dirawat, Ada 7 Orang Suspect Virus Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso Tanjung Priok

Sekolah di Tangerang Mulai Terapkan Pembersih Tangan Guna Tangkal Virus Corona
Sekolah di Tangerang Mulai Terapkan Pembersih Tangan Guna Tangkal Virus Corona (Wartakotalive/Andika Panduwinata)

Setelah semua bahan tersedia, masker pun siap dibuat.

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat masker ini adalah mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.

Kemudian ikuti langkah di bawah ini:

1. Tumpuk 2 lembar kertas tisu

2. Tambahkan dua lembar kitchen roll di atas dan bawah tisu tersebut

3. Potong menjadi dua bagian

4. Rekatkan tepian kanan dan kiri lapisan tadi menggunakan isolasi kertas

5. Buat masing-masing dua lubang di sisi kanan dan kirinya menggunakan pelubang kertas

 DUA Warga Depok Baru Tahu Kena Virus Corona dari Pengumuman Jokowi, Kata Dirut RSPI Aturannya Begitu

 Antisipasi Virus Corona, Dokter Tim PS Tira Persikabo Siapkan Langkah Pencegahan

6. Pasang kawat plastik di bagian atas masker menggunakan isolasi kertas agar saat dipakai bisa disesuaikan dengan bentuk hidung

7. Masukkan karet di masing-masing lubang yang ada, kemudian ikat

Namun, ada satu hal yang perlu diingat.

Masker ini sifatnya hanya sebagai alternatif darurat dan tidak bisa disamakan dengan fungsi dari masker bedah yang biasa digunakan untuk melindungi diri.

Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Selain masker, benda lain yang mengalami nasib serupa adalah Hand Sanitizer.

Seperti diketahui, hand sanitizer dapat digunakan sebagai pembersih tangan yang cukup efektif selain menggunakan air dan sabun.

Dengan bentuk yang mungil, hand sanitizer sangat cocok dibawa saat bepergian, selain itu penggunaannya pun cukup mudah.

 Sulit Dapat Hand Sanitizer Usai Ramai Virus Corona, Ini Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer

Pemeriksaan Virus Corona di Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (4/3/2020)
Pemeriksaan Virus Corona di Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (4/3/2020) (Istimewa)

Sayangnya, di tengah kekhawatiran masyarakat akan virus corona, persediaan hand sanitizer di pasaran kini sudah mulai langka.

Hal ini membuat sejumlah situs memberikan cara membuat hand sanitizer sendiri di rumah.

Resepnya mungkin sedikit berbeda, namun pada intinya jika ingin membuat pembersih tangan sendiri, kita perlu mengetahui beberapa hal.

Berikut uraiannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Yuk Coba, Hand Sanitizer Bisa dibuat Sendiri di Rumah".

1. Cara Agar Efektif

Pembersih tangan harus memiliki kekuatan setidaknya 60 persen isopropil alkohol.

Namun, karena harus mencampurkan pembersih dengan gel lidah buaya untuk menstabilkan dan melindungi tangan, sebagian besar menyarankan campuran mengandung paling sedikit dua pertiga isopropil, alkohol 99 persen, dan sepertiga gel lidah buaya.

Setelah dicampur, masukkan ke dalam wadah kecil.

 Wali Kota Depok Bilang Pasien Virus Corona Stres karena Masih Pegang HP, Sarankan Hindari Medsos

2. Cara Pakai

Pembersih ini hanya efektif jika kita menggunakannya secara menyeluruh di tangan dan kemudian mengeringkannya.

Menyemprotkan hanya beberapa tetes di telapak tangan kemudian menyekanya tidak akan membantu sama sekali.

3. Jika Tangan Kotor

Jika tangan sangat kotor atau berminyak, maka menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hand sanitizer tidak akan banyak membantu.

4. Cuci Tangan Terbaik

Hal terbaik yang bisa kita lakukan tetap dengan mencuci tangan dan menjauhkan tangan dari wajah.

 Masker Murah di Ramayana Habis, Warga Diminta Lapor Lewat Akun Resmi Ramayana @ramayanadeptstore

5. Ponsel Bisa Jadi Sumber Penularan?

Belum ada informasi atau masalah di luar sama yang menyebutkan tentang penyebaran infeksi melalui ponsel, jadi kita tak perlu khawatir.

Meski begitu, jika kita masih memiliki kekhawatiran ponselmu pernah disentuh oleh seseorang yang mungkin terpapar, kita bisa menggunakan tisu dengan alkohol untuk membersihkannya.

Mencuci tangan adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan.

Seiring dengan kemajuan zaman, kini muncul hand sanitizer yang diklaim ampuh membasmi kuman penyakit yang bersarang di tangan.

Efektifkah Bunuh Kuman?

Hand sanitizer seringkali diproduksi dengan kemasan yang menarik dan aroma harum sehingga menarik perhatian banyak orang, khususnya anak-anak.

Lantas, apakah hand sanitizer benar-benar aman digunakan?

 Hati-Hati Penjualan Masker Bekas sudah Beredar, Wanita ini Korbannya, Beli Seharga Rp 330.000

Tidak semua hand sanitizer terbuat dari bahan yang sama.

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), sebaiknya kita menggunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

Hand sanitizer memang efektif dalam membasmi kuman.

Namun, pembersih berbasis non-alkohol sebenarnya dapat berbahaya dan dapat menyebabkan kuman mengembangkan resistensi terhadap sanitasi.

Sangat penting untuk menghindari pembersih tangan yang mengandung triclosan, bahan sintetis yang ditambahkan ke banyak produk antibakteri.

FDA memperingatkan dosis tinggi triclosan menyebabkan penurunan kadar beberapa hormon tiroid dan bisa membakar bakteri risesten terhadap antibiotik.

Hand sanitizer tidak dapat menghilangkan bakteri jika kita tidak menggunakannya dengan benar.

 Berani Menimbun Masker, Kapolres Metro Bekasi Kota: Kami akan Tindak Tegas!

Kita juga harus menggunakan pembersih tangan dengan jumlah yang tepat dan menggosoknya ke semua permukaan tangan, lalu membiarkan produk mengering.

Selain itu, jangan gunakan lap tangan atau membilasnya setelah menggunakan hand sanitizer.

Ketika digunakan dengan benar, pembersih tangan berbahan dasar alkohol mampu membunuh setidaknya 99,9 persen virus, jamur, dan bakteri.

Jadi setelah kita menyentuh pegangan tangga di tempat umum atau pegangan keranjang belanja, menggunakan hand sanitizer dapat membantu kita menghindari virus atau bakteri.

Tetapi perlu diingat, kita bisa terkontaminasi virus atau bakteri lewat udara yang kita hirup.

Sayangnya, hand sanitizer tidak dapat mengatasi hal ini. Menggunakan hand sanitizer juga bukan cara terbaik dan paling efektif untuk membersihkan tangan.

Kenyataanya, tidak ada yang bisa mengalahkan sabun dan air biasa untuk membasmi kuman.

 Polisi Cuma Bolehkan Pedagang Masker Jual 5 Boks ke Satu Pembeli dengan Harga Normal

Menurut CDC, cara terbaik untuk mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi risiko sakit adalah dengan mencuci tangan secara teratur, jika memungkinkan.

Usahakan untuk hanya menggunakan hand sanitizer jika sabun dan air tidak dapat diakses, seperti ketika kita berada di dalam mobil, ketika berbelanja atau di bioskop atau konser.

Selain itu, jangan gunakan hand sanitizer setelah memegang bahan kimia atau ketika tangan tampak kotor, dalam kasus itu gunakan sabun dan air.

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Mudah Bikin Masker Sendiri di Rumah Menurut Ilmuwan Hong Kong"

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul VIDEO Cara Membuat Masker dari Tisu Versi Ilmuwan Hong Kong, Cegah Virus Corona di Saat Stok Menipis.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta 

(nat/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Isu Virus Corona Picu Krisis Masker, Ini Hasil Penelitian KPPU soal Perdagangan Masker di Pasaran.

Penulis: Natalin Sinaga

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved