Pendidikan
EF Education First Ajak Para Guru Bahasa Asing untuk Mengikuti Global Summit di New York
EF Education First menggelar EF Excellence Award in Language Teaching, sebuah penghargaan khusus bagi guru pengajar bahasa asing (L2)
Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
"Saat seseorang dapat berbicara bahasa asing dengan percaya diri, tapi bukan mengacu hanya pada hasil skor ujian semata, hal tersebut merupakan salah satu tanda keberhasilan dalam pembelajaran bahasa..."
PERAN guru dan orangtua mendorong anak untuk mempelajari bahasa Inggris sangat besar.
Apalagi, seperti di Indonesia dengan bahasa ibu bukan Bahasa Inggris.
Dibutuhkan inovasi dan kreativitas dari guru agar anak didiknya betah berlama-lama mempelajari bahasa global tersebut.
• Asah Kreativitas Generasi Muda Indonesia, Kemendikbud Kolaborasi dengan Aplikasi TikTok
• Ini 12 EF Ambassadors 2020, EF English Centers for Adults Ajak Milenial Mahir Berbahasa Inggris
• Kemampuan Bahasa Inggris Warga Indonesia Peringkat ke-61 Dunia, Tingkat Asia Jeblok, Malaysia Unggul
Menyadari hal ini, EF Education First menggelar EF Excellence Award in Language Teaching, sebuah penghargaan khusus bagi guru pengajar bahasa asing (L2) yang akan diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh guru-guru dari seluruh dunia.
Dr Minh Tran, Executive Director of Academic Affairs & Partnership EF Education First mengatakan EF Excellence Award in Language Teaching pertama kali diadakan di tahun 2019.
Ajang penghargaan ini mengangkat tema yang berbeda setiap tahunnya.
Tahun lalu, tema yang diangkat adalah “Menyebarkan Pemahaman Antarbudaya melalui Pembelajaran Bahasa” dan untuk tahun ini, EF Excellence Award in Language Teaching mengusung tema “Cultivating Confident L2 Communicators” atau “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Para Pengguna Bahasa Asing”.
"Saat seseorang dapat berbicara bahasa asing dengan percaya diri, tapi bukan mengacu hanya pada hasil skor ujian semata, hal tersebut merupakan salah satu tanda keberhasilan dalam pembelajaran bahasa," kata Minh kepada Wartakotalive.com, Jumat (28/2/2020).
Guru sebagai motivator
Kepercayaan diri dalam berbahasa asing menjadi aset penting yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang.
MacIntyre et al (1998) menuturkan bahwa indeks kepercayaan diri para pengguna bahasa asing dapat dilihat dari skala yang terukur.
Banyak di antara mereka yang sama sekali tidak memiliki kepercayaan diri ketika berbicara bahasa asing, walau memiliki kemampuan tinggi dalam bahasa ibunya, begitu pula sebaliknya.
Dalam hal ini, diperlukan peran dan kehadiran guru sebagai motivator yang dapat mendorong seseorang agar lebih percaya diri dalam berbahasa asing.
Untuk itulah, melalui ajang penghargaan ini EF berharap dapat meningkatkan status guru bahasa asing sebagai seorang yang berperan besar di dunia pendidikan, dan sekaligus memberikan apresiasi bagi mereka.
Para guru yang berpartisipasi dalam ajang ini, nantinya akan diminta untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan program pendidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan bahasa asing murid-muridnya melalui sebuah tulisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/para-guru-yang-berkesempatan-engikuti-global-summit-tahun-lalu.jpg)