Breaking News:

Aksi Terorisme

Moeldoko Akui Pemerintah Masih Bingung Tentukan Status Kewarganegaraan WNI Eks ISIS

KEPALA Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, pemerintah akan mendata jumlah WNI eks ISIS yang tidak akan dipulangkan ke Indonesia.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/5/2019). 

KEPALA Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, pemerintah akan mendata jumlah WNI eks ISIS yang tidak akan dipulangkan ke Indonesia.

Menurutnya, pendataan dilakukan untuk memverifikasi data sementara yang didapatkan pemerintah dari agen intelijen Amerika, CIA, yakni 689 orang.

"Pemerintah akan memverifikasi, mendata," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Cuma Salah Paham, Penumpang yang Merasa Hendak Diculik Sopir Taksi Online Segera Cabut Laporan

Jumlah WNI tersebut, menurut Moeldoko, bisa berbeda dari data yang dimiliki sekarang.

Karena, saat ini ada serangan dari Pemerintah Turki di salah satu wilayah Kurdi, sehingga para WNI eks ISIS tersebut terpencar.

"Nah, perlunya ada verifikasi secara detail terhadap orang-orang Indonesia yang jumlahnya ini 689," ujarnya.

TUJUH Terdakwa Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak Disidang, Dua Tersangka Lagi Masih Buron

Setelah diverifikasi, lanjut Moeldoko, para WNI yang menjadi Foreign Terrorist Fighter (FTF) itu dikelompokkan.

Lalu, akan didata berapa yang masih memiliki paspor Indonesia.

"Baru dilihat kewarganegaraannya. Kan isunya ada yang bakar paspor. Itu perlu dilihat lagi," jelasnya.

Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum Lagi, PAN Dianggap Lepas dari Belenggu Amien Rais

Verifikasi diperlukan untuk mencari tahu jumlah anak kecil di kelompok tersebut.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved