Rabu, 20 Mei 2026

Aksi Terorisme

Anak-anak WNI eks ISIS Telantar di Suriah, Begini Komentar Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD mempersilahkan kepada anak-anak WNI eks ISIS yang telantar di Suriah untuk melaporkan kepada KBRI di Suriah.

Tayang:
istimewa
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mempersilahkan kepada anak-anak WNI eks ISIS yang telantar di Suriah untuk melaporkan kepada KBRI di Suriah karena selama ini tidak ada laporan terkait keberadaan anak-anak para mantan Kombatan ISIS tersebut. 

Ketika ditanya apakah ada alternatif baru yang muncul dalam rapat tersebut, Mahfud MD mengatakan masih menunggu alternatif lain.

Ia pun mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pemulangan WNI eks ISIS di Suriah akan menjadi dasar dalam proses pembahasan tersebut.

"Pasti lah menjadi dasar untuk dibahas pasti. Nanti kan akan dibahas di situ," cetus Mahfud MD.

 Ricuh di Kongres PAN Terus Berlanjut, Kursi pun Melayang

Mahfud MD sebelumnya mengatakan pemerintah tengah menyiapkan dua draf alternatif keputusan terkait pemulangan terduga FTF atau teroris lintas batas negara dari Indonesia.

Mahfud MD menjelaskan, draf keputusan pertama adalah terduga FTF dipulangkan. Yang kedua, terduga FTF tidak dipulangkan.

Mahfud MD mengatakan, pada pokoknya, dalam draf pertama keputusan termuat alasan pemulangan mereka, yakni masih Warga Negara Indonesia, termasuk rincian risikonya dan proses deradikalisasinya.

 Pemprov DKI Pastikan Formula E Digelar di Kawasan Medan Merdeka, Termasuk Monas?

Sedangkan pada draf kedua, pada pokonya alasan pemerintah untuk tidak memulangkan adalah karena mereka telah melanggar hukum, termasuk rincian risikonya dan hubungan dengan negara lain.

"Oleh sebab itu, sekarang sedang dibentuk satu tim yang dipimpin oleh Kepala BNPT Pak Suhardi Alius yang isinya itu membuat dua draf keputusan," beber Mahfud MD.

Ia mengatakan, dua draf tersebut akan dibahas di kantor Wakil Presiden pada kuartal April 2020, untuk mendapatkan masukan.

 IPW Sebut Pemerintah Wajib Pulangkan WNI Eks ISIS, Katanya Mereka Juga Anak Bangsa yang Patut Diurus

Setelah mendapat masukan dari Wakil Presiden, maka dua draf keputusan tersebut akan dibawa kepada Presiden, untuk didiskusikan lebih mendalam dan diambil keputusan.

"Itu nanti kira-kira Bulan Mei atau Juni sudah akan diputuskan."

"Cuma sampai hari ini masih dalam proses pembahasan di internal pemerintah," terang Mahfud MD.

 Kongres PAN Berdarah-darah, Pintu Kaca Hotel Pecah, Polisi Turun Tangan

Mahfud MD mengatakan, sejauh ini diperkirakan terdapat sekira 660 terduga FTF dari yang identitas dan alamatnya berasal dari Indonesia.

Mahfud MD mengatakan, sekira 660 terduga FTF dari Indonesia tersebut tersebar di Suriah, Turki, dan Afganistan.

Terkait dengan WNI terduga FTF yang ditahan oleh negara lain, Mahfud MD mengatakan hal itu sudah masuk yuridiksi negara lain. (Gita Irawan)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved