Kongres PAN
Ricuh di Kongres PAN Terus Berlanjut, Kursi pun Melayang
KONGRES V Partai Amanat Nasional (PAN) berlangsung ricuh. Para peserta saling serang. Saling lempar kursi pun tak terhindarkan.
Pantauan Tribunnews, kericuhan pecah jelang pembukaan Kongres V PAN.
Sempat terjadi adanya kontak fisik dan perampasan tiga laptop yang digunakan untuk registrasi peserta.
Ketua DPW PAN Kalimantan Timur Darlis Pattalongi menyayangkan adanya kejadian tersebut.
• Tutup Cap Go Meh di Glodok, Anies Baswedan: Beragam Adalah Kehendak Tuhan, tapi Bersatu Pilihan Kita
Menurutnya, hal itu sangat mengganggu jalannya registrasi peserta kongres dan justru malah menghambat kelancaran kongres.
"Sangat disayangkan, ada kontak fisik yang dilakukan oknum peserta. Ada penyitaan alat elektronik yang itu ganggu jalannya registrasi," kata Darlis.
Sebab, sebelumnya dalam Kongres V tidak pernah terjadi kericuhan itu.
• Tanggapi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Ketum PBNU: Jangan-jangan Strategi Politik
Ia pun menyesalkan dan berharap tidak terjadi pada kelanjutan kongres berikutnya.
"Saya berharap kongres berjalan dengan baik," ujarnya
Kericuhan dan perampasan alat elektronik ini, dilakukan oleh pendukung salah satu paslon Ketum PAN Mulfachri Harahap.
• SUDAH 4 Kali dalam Dua Bulan Underpass Gandhi Kemayoran Banjir, Tinggi Air Sempat Capai 5,5 Meter
Mereka kecewa lantaran panitia dinilai tidak adil dalam menyelenggarakan Kongres V.
Ketua DPW PAN Sulbar yang juga timses Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, Muh Asri Anas, mengungkapkan alasan pihaknya merebut laptop panitia di lokasi kongres.
Asri menyebut ketika itu waktu pendaftaran caketum PAN sudah lewat batas akhir.
• Meski Gabung Bhayangkara FC, Saddil Ramdani Masih Berhasrat Main di Eropa
"Laptop yang dirampas dan dokumen yang dirampas itu kita ambil setelah pukul 12.00 WIB, karena batas akhir pendaftaran adalah pukul 12.00 WIB sesuai dengan yang diputuskan SC," ucapnya.
Kongres ke-5 Partai Amanat Nasional (PAN) dibuka pada Senin (10/2/2020) malam.
Ditandai dengan para tokoh PAN meniup alat tiup dari bambu dari Sulawesi Tenggara.
• Pengemudi yang Cekik Polisi Saat Hendak Ditilang Mengaku Khilaf, Ternyata Bawa Pisau dan Alat Setrum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kongres-v-pan.jpg)