Breaking News:

Kongres PAN

Ricuh di Kongres PAN Terus Berlanjut, Kursi pun Melayang

KONGRES V Partai Amanat Nasional (PAN) berlangsung ricuh. Para peserta saling serang. Saling lempar kursi pun tak terhindarkan.

TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) berlangsung ricuh, Selasa (11/2/2020). Para peserta saling serang. Saling lempar kursi pun tak terhindarkan. 

Pantauan Tribunnews, kericuhan pecah jelang pembukaan Kongres V PAN.

Sempat terjadi adanya kontak fisik dan perampasan tiga laptop yang digunakan untuk registrasi peserta.

Ketua DPW PAN Kalimantan Timur Darlis Pattalongi menyayangkan adanya kejadian tersebut.

Tutup Cap Go Meh di Glodok, Anies Baswedan: Beragam Adalah Kehendak Tuhan, tapi Bersatu Pilihan Kita

Menurutnya, hal itu sangat mengganggu jalannya registrasi peserta kongres dan justru malah menghambat kelancaran kongres.

"Sangat disayangkan, ada kontak fisik yang dilakukan oknum peserta. Ada penyitaan alat elektronik yang itu ganggu jalannya registrasi," kata Darlis.

Sebab, sebelumnya dalam Kongres V tidak pernah terjadi kericuhan itu.

Tanggapi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Ketum PBNU: Jangan-jangan Strategi Politik

Ia pun menyesalkan dan berharap tidak terjadi pada kelanjutan kongres berikutnya.

"Saya berharap kongres berjalan dengan baik," ujarnya

Kericuhan dan perampasan alat elektronik ini, dilakukan oleh pendukung salah satu paslon Ketum PAN Mulfachri Harahap.

SUDAH 4 Kali dalam Dua Bulan Underpass Gandhi Kemayoran Banjir, Tinggi Air Sempat Capai 5,5 Meter

Mereka kecewa lantaran panitia dinilai tidak adil dalam menyelenggarakan Kongres V.

Ketua DPW PAN Sulbar yang juga timses Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, Muh Asri Anas, mengungkapkan alasan pihaknya merebut laptop panitia di lokasi kongres.

Asri menyebut ketika itu waktu pendaftaran caketum PAN sudah lewat batas akhir.

Meski Gabung Bhayangkara FC, Saddil Ramdani Masih Berhasrat Main di Eropa

"Laptop yang dirampas dan dokumen yang dirampas itu kita ambil setelah pukul 12.00 WIB, karena batas akhir pendaftaran adalah pukul 12.00 WIB sesuai dengan yang diputuskan SC," ucapnya.

Kongres ke-5 Partai Amanat Nasional (PAN) dibuka pada Senin (10/2/2020) malam.

Ditandai dengan para tokoh PAN meniup alat tiup dari bambu dari Sulawesi Tenggara.

Pengemudi yang Cekik Polisi Saat Hendak Ditilang Mengaku Khilaf, Ternyata Bawa Pisau dan Alat Setrum

Sejumlah tokoh senior PAN hadir dalam acara pembukaan Kongres ke-5 PAN, yakni Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Soetrisno Bachir, Ketua Umum Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, serta para Calon Ketua Umum, yakni Asman Abnur dan Dradjad Wibowo.

Turut hadir mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Zulkifli Hasan alias Zulhas sempat menyinggung kehadiran Sandiaga Uno. Bahkan, Zulhas menyebut Sandiaga sebagai wakil presiden yang tertunda.

Diduga Kecanduan Game Online, Anak Tusuk Leher, Tangan, dan Perut Ibu Kandung

"Wapres kita yang kemarin. Mudah-mudahan Wapres yang tertunda karena masih muda," ujar Zulhas di atas panggung acara pembukaam Kongres ke-5 PAN, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020).

Dalam sambutannya, Zulhas mengatakan kompetisi antar calon ketua umum adalah hal yang biasa.

Tapi setelah pemilihan usai, PAN harus bersatu kembali.

KRONOLOGI Istri Chrisye Meninggal, Mengeluh Pusing Saat Sedang Makeup

"Kompetisi tidak memisahkan kami. Memang kadang-kadang kompetisi keras," ujar Zulhas.

Seusai memberikan sambutan, Zulhas beserta tokoh PAN, Soetrisno Bachir, Hatta Rajasa, Asman Abnur, Dradjad Wibowo, dan Sandiaga Uno, memainkan alat tiup bambu di hadapan puluhan ribu warga Kendari, sebagai tanda dimulainya Kongres ke-5 PAN. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved