Kesehatan
3 Persamaan Bahayanya Rokok Elektrik dan Rokok Konvensional yang Harus Anda Ketahui
Orang yang merokok konvensional beralih ke rokok elektrik dengan iming-iming tidak lebih berbahaya efeknya ke paru-paru
Penulis: Apfia Tioconny Billy | Editor: Dian Anditya Mutiara
Rokok elektrik kini semakin populer di Indonesia. benarkah resikonya lebih sedikit?
Bentuk, kemasan, hingga rasanya pun semakin beragam yang semakin menggoda para perokok untuk mencobanya.
Apalagi dengan iming-iming rokok elektrik tidak lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional.
Tak heran banyak perokok konvensional yang berpindah ke rokok elektrik.
Lalu benarkah rokok elektrik tak berbahaya?
• Dapatkah Rokok Elektrik Kurangi Risiko Penyakit Jantung untuk Perokok?
Namun kenyataannya rokok elektrik yang ternyata tidak kalah bahaya dengan rokok konvensional telah terbukti dengan ditemuinya satu kasus di Indonesia.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menceritakan pasien yang ia temui ini sebelumnya 10 tahun merokok konvensional.
Kemudian ia berpindah ke rokok elektrik dan setelah aktif merokok elektrik selama enam bulan paru-paru pasien mengalami kebocoran (pneumothorax).
“Karena paru-parunya bocor jadi harus dipasangkan selang. Sepuluh tahun memakai rokok konvensional tidak ada keluhan, begitu enam bulan sudah pneumothorax,” kata dr. Agus saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Rabu (15/1/2020).
• Filipina Bakal Segera Melarang Penggunaan Vape
Pasca kejadian tersebut dr. Agus menyebutkan kalau pasien tersebut sudah kapok merokok dan berhenti menghisap produk yang mengandung nikotin.
“Sekarang dia kapok enggak mau pakai kedua-keduanya,” tutur dr. Agus.
Kasus kebocoran paru-paru ini pun akan dilaporkan kepada lembaga internasional Asia Pasific Society of Respirology.
“Akan dilaporkan sebagai kasus akibat rokok elektrik pertama di Indonesia,,” tutur dr. Agus.
Dr. Agus juga menyebutkan rokok elektrik tidak kalah bahagianya dibandingkan dengan rokok konvensional.
Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang bikin adiksi atau ketagihan kemudian, dan ada zat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker paru dan peradangan di saluran pernafasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170131-vape-rokok-elektronik_20170131_041009.jpg)