Kamis, 4 Juni 2026

Kesehatan

3 Persamaan Bahayanya Rokok Elektrik dan Rokok Konvensional yang Harus Anda Ketahui

Orang yang merokok konvensional beralih ke rokok elektrik dengan iming-iming tidak lebih berbahaya efeknya ke paru-paru

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi 

“Ketika merokok, juga adalah menghisap, menghirup, dan mengingalasi sehingga yang kena saluran pernafasan dan paru,” pungkas dr. Agus

Faktanya rokok elektrik juga sama bahayanya dengan rokok konvensional yang akan mempengaruhi kesehatan tubuh.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menyebutkan ada tiga persamaan bahaya rokok elektrik dan konvensional.

 1. Sama-sama mengandung Nikotin

Rokok konvensional maupun rokok elektrik  sama-sama mengandung nikotin yang bersifat adiksi sehingga membuat penggunanya ketagihan

 Kalau sudah ketagihan maka jumlah nikotin yang diisap semakin banyak dan dapat memancing penyakit kardiovaskular seperti jantung.

 “Kalau nikotin masuk ke dalam tubuh, dia akan masuk ke dalam pembuluh darah yang bikin penyakit kardiovaskular,” kata dr. Agus ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).

 2. Sama-sama Mengandung Karsinogen

Nikotin yang terdapat pada rokok konvensional dan rokok elektrik mengandung zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker yang spesifiknya kanker paru-paru.

 Paru-paru memang menjadi keganasan rokok karena prosesnya yang dihirup melalui organ-organ saluran pernafasan.

“Kegiatan merokok juga adalah menghisap, menghirup dan menginhalasi sehingga yang pertama kena saluran napas dan paru,” ucap dr. Agus.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020). (Tribunnews/Apfia Tioconny Billy)

3. Sama-sama mengandung toxic iritatif

Sifat toxic iritatif tidak hanya ada di rokok konvensional tapi juga di rokok elektrik yang risikonya merangsang peradangan di saluran pernafasan seperi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Ispa itu lebih tinggi terjadi perokok, lalu berikutnya asma. Pada beberapa penelitian,  risiko-risiko itu juga muncul pada perokok elektrik,” pungkas dr. Agus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved