Filipina Bakal Segera Melarang Penggunaan Vape

Mengikuti jejak sejumlah negara lain, Filipina bakal segera melarang penggunaan rokok elektrik atau vape di negaranya.

Filipina Bakal Segera Melarang Penggunaan Vape
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Mengikuti jejak sejumlah negara lain, Filipina bakal segera melarang penggunaan rokok elektrik atau vape di negaranya.

Wacana larangan tersebut dinyatakan langsung oleh Presiden Filipina Rodgrigo Duterte, Selasa (19/11/2019) waktu setempat, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/11/2019) seperti dilansir Kontan.

Pelarangan vape di Filipina menyusul hasil laporan Departemen Kesehatan yang mengonfirmasi adanya kasus pertama penyakit paru-paru terkait penggunaan vape di negara tersebut.

“Saya akan melarang itu, penggunaan maupun impornya. Anda tahu kenapa? Karena itu racun dan pemerintah berkuasa untuk melindungi kesehatan dan kepentingan publik,” kata Duterte yang sebelumnya juga telah melarang pengisapan rokok di ruang publik.

Penjelasan Bursa Efek Indonesia soal Potensi Delisting Emiten

Kini, Duterte juga meminta penegak hukum untuk menahan siapapun warga yang ketahuan menggunakan vape atau vaping di ruang publik.

“Mereka katakan vaping ini elektronik. Jangan beri saya omong kosong seperti itu. Lebih baik hentikan. Saya akan perintahkan penahanan kalau anda melakukannya (vaping) di dalam ruangan… Itu sama saja dengan merokok. Anda mengkontaminasi orang lain,” lanjutnya saat memberi keterangan.

Duterte yang berusia 74 tahun sebelumnya merupakan seorang perokok berat.

Namun ia berhenti setelah didiagnosa mengidap penyakit Buerger, penyumbatan pada pembuluh darah akibat darah menggumpal yang umumnya menjangkit perokok.

Sebelumnya India, negara dengan populasi perokok terbesar kedua di dunia telah lebih dulu melarang penjualan vape sejak September lalu.

Penggunaan Teknologi di Industri Travel Dalam Industri Perjalanan Terus Meningkat

Vape dianggap membahayakan bagi masyarakat usia muda di negara tersebut.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved