Perang AS Vs Iran

Operasi AS Bunuh Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani Dibantu Intelijen Israel

TEWASNYA Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam operasi AS pada 3 Januari lalu ternyata tak lepas dari peran intelijen Israel.

En.shafaqna.com
Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, cabang Garda Revolusi Iran 

Maka, sebelum bertolak ke Yunani, Netanyahu sempat menyatakan 'kejadian yang sangat dramatis' bakal terjadi di Timur Tengah.

"Kita tahu kawasan kita ini panas. Bakal terjadi kejadian sangat dramatis..." 

TEWASNYA Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam operasi AS pada 3 Januari lalu ternyata tak lepas dari peran intelijen Israel.

Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani terbunuh ketika berada di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Dia tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, ketika mobil mereka dihantam rudal AS.

Komandan Korps Pengawal Revolusi Iran Mengaku Sangat Malu Anak Buahnya Tembak Pesawat Ukraina

Istri Pilot Pesawat Ukraina Minta Tak Terbang, Suami: Siapa yang Menerbangkannya jika Bukan Aku?

Demontrans di Iran Tuding Pejabat Setempat Pembohong, Begini Pengakuan Iran Tembak Pesawat Ukraina

Pangkalan militer Iran mengirimkan roket dan menghantam pangkalan Irak di mana terdapat pasukan Amerika, pada Senin (7/1/2020) pukul 20.43 waktu Amerika
Pangkalan militer Iran mengirimkan roket dan menghantam pangkalan Irak di mana terdapat pasukan Amerika, pada Senin (7/1/2020) pukul 20.43 waktu Amerika (Sima news)

Dalam laporan NBC News Jumat (10/1/2020), intelijen AS sudah mengetahui pesawat Aibur A320 milik maskapai Suriah Cham Wings Airlines yang ditumpangi Soleimani telah mendarat.

Dikutip Middle East Monitor Senin (13/1/2020), mereka mendapat laporan mengenai lokasi maupun jam berapa pesawat itu mendarat.

Intelijen Israel kemudian mengonfirmasi informasi yang dipunyai AS, dan berujung pada serangan yang menewaskan jenderal Iran itu.

Washington disebut hanya memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kebijakan mereka untuk menggelar serangan.

Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019.
Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019. (AFP/STR via Kompas.com)

Maka, sebelum bertolak ke Yunani, Netanyahu sempat menyatakan 'kejadian yang sangat dramatis' bakal terjadi di Timur Tengah.

"Kita tahu kawasan kita ini panas. Bakal terjadi kejadian sangat dramatis," katanya di Bandara Ben Gurion, dikutip The Times of Israel.

PM Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan, jajarannya bakal meningkatkan kewaspadaan dan memonitor serta mendiskusikannya dengan AS.

Para pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang juga merupakan tokoh terkuat kedua Iran setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Para pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang juga merupakan tokoh terkuat kedua Iran setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/Sabah Arar via Kompas.com)

Sasar pejabat senior Iran lainnya

Kemudian di hari yang sama, Washington Post memberitakan bahwa AS mencoba melenyapkan pejabat militer senior Iran yang lain.

Target yang disasar adalah Abdul Reza Shahlai, yang merupakan komandan senior di Garda Revolusi Iran. Namun gagal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved