Banjir Jakarta

Pompa Mati, Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Blak-blakan Ungkap Dirinya Dilaporkan ke Polisi

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat blak-blakan soal pemanggilan polisi pada 7 Januari lalu.

Penulis: Desy Selviany |
Warta Kota/Desy Selviany
Bertempat di kantor Wali Kota Jakarta Barat berlangsung Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta dengan Pemkot Jakarta Barat, Senin (13/1/2020) 

 TERUNGKAP Alasan Fakhri Husaini Tutup Pintu untuk Latih Klub-klub profesional Indonesia

"Saat itu semua sampah tumpah ke rumah pompa, sehingga pompa terpaksa kami matikan karena dapat merusak pompa kalau dinyalakan," ujarnya.

Selain itu ia juga mengaku kesulitan saat harus mengirimkan pompa mobile. Saat itu banyak akses terputus karena terendam banjir.

"Jadi kami pastikan tidak ada rumah pompa yang rusak sebelum banjir 1 Januari lalu, tapi yang ada terpaksa dimatikan karena kondisi tidak memungkinkan," ujarnya.

Diketahui beberapa waktu lalu Kasudin SDA Jakarta Barat sempat dipanggil Polda Metro Jaya.

 Kiriman Air Bendung Katulampa Bogor Tiba Sore Ini di Pintu Air Manggarai Jakarta

Ia dimintai keterangan soal beberapa banjir di beberapa kawasan Jakarta Barat.

Purwanti dicecar 20 pertanyaan khususnya tentang operasional pompa di sejumlah wilayah Jakarta Barat saat banjir 1 Januari 2020 lalu.

Dicecar Fraksi Gerindra

KEPALA Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat sempat dicecar beberapa pertanyaan oleh Komisi A DPRD DKI Jakarta terkait pengoperasian rumah pompa yang mati saat banjir melanda 1 Januari 2020 lalu.

Pimpinan DPRD DKI Tak Persoalkan Warga Ajukan Gugatan Class Action kepada Pemprov DKI

Kasudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari pun sempat mendapatkan pembelaan dari Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi.

Awalnya salah satu anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mempertanyakan rumah pompa yang mati saat banjir 1 Januari 2020 lalu..

Pertanyaan itu diajukan kepada Kasudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari.

"Saya ingin tanya, apa benar ada beberapa pompa dimatikan saat banjir 1 Januari 2020 lalu, dan itu kenapa bisa begitu?" kata anggota DPRD Fraksi Gerindra itu saat rapat dengan Pemkot Jakarta Barat di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (13/1/2020).

Ia juga membandingkan kapasitas pompa Jakarta Barat dengan yang dimiliki Jakarta Utara. Menurutnya perlu ada penambahan penganggaran penyediaan pompa yang lebih besar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved