Kesehatan
Begini Cara Penanganan Korban Serangan Jantung dan Infeksi
RSUD Kota Tangerang memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada seluruh pegawainya, medis dan pekerja non medis pun dibekali.
RSUD Kota Tangerang memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada seluruh pegawainya. Tak hanya pegawai medis, pekerja non medis pun dibekali pelatihan tersebut.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Dokter Puji Ratnasari selaku Koodinator Tim Khusus yang menangangi kegawataruratan RSUD Kota Tangerang.
Ia menjelaskan, pelatihan itu diberikan setiap setahun sekali guna untuk melakukan penyegaran.
"Kami berikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD). Semua pegawai ikut serta. Mulai dari office boy, sekuriti, pramusaji dan lain sebagainya," ujar Puji saat dijumpai di RSUD Kota Tangerang, Minggu (22/12/2019).
Menurutnya kegiatan tersebut juga sebagai syarat akreditasi rumah sakit.
• KONTAK Tembak dengan KKB di Ugimba Papua, Seorang Anggota TNI Serda M Ramadhan Gugur
• Fenomena Munculnya Ular Kobra, Paranormal Mba Mijan: Akan Ada Wabah yang Sifatnya Membunuh
• Update IPW Ungkap Alasan Irjen Gatot Eddy Pantas Dipilih Jadi Wakapolri
• Pengobatan Pencabulan, Husein Alatas Sembuhkan Pasiennya dengan Cara Seperti Ini
Contoh pelatihan yang diberikan seperti pemaparan materi dan praktik.
"Kami gunakan boneka untuk praktik latihannya. Bagaimana kalau pegawai menemukan korban yang mengalami kegawadaruratan, maka harus segera ditolong secara benar," ucapnya.
Tujuan dari pelatihan ini sebagai bentuk edukasi untuk menyelamatkan pasien.
Seperti contohnya bila ada korban yang mengalami penyakit serangan jantung secara tiba - tiba.
"Dalam pelatihan ini pegawai harus bisa memompa jantung korban. Jangan panik, bawa pada situasi aman, kemudian pompa dadanya di bagian tengah," kata Puji.
• PENGADILAN Tinggi Bandung Tolak Banding Vonis Mati Haris, Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi
Selain itu, pihak RSUD Kota Tangerang juga memberikan pelatihan pencegahan pengendalian infeksi (PPI).
Dokter Hesti selaku Koordinator PPI RSUD Kota Tangerang menyatakan pelatihan ini sangat penting diberikan kepada seluruh pegawai.
"Mulai dari pasien masuk pendaftaran, ke Poliklinik atau mau dirawat, kita harus perhatikan betul mengenai pencegahan pengendalian infeksinya," ungkap Hesti.
Dirinya menyebut hal ini perlu diperhatikan agar dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
• Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ingin Menikah, Kekasih Yakin Meski Haris Divonis Mati
Program utama yang dilakukan yakni dengan cara mencuci tangan sesuai dengan tahapan yang benar.
"Pelatihan PPI diikuti oleh 800 karyawan secara bergiliran. Kegiatan ini 6 bulan sekali dilakukan. Supaya bagaimana infeksi yang berhubungan dengan rumah sakit tidak menyebar," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/serangan-jantung-2312.jpg)