Pembunuhan di Bekasi

PENGADILAN Tinggi Bandung Tolak Banding Vonis Mati Haris, Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Permohonan banding Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Muhammad Azzam
Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Kamis (19/12/2019). 

Permohonan banding Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat.

Karena penolakan itu, Haris tetap dihukum mati sesuai vonis dari majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Rabu (31/7/2019) lalu..

Harris divonis hukuman karena membunuh sekeluarga di Bekasi.

Atas hal itu, Haris melalui kuasa hukumnya tidak terima dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kuasa hukum Haris, Alam Simamora mengatakan bahwa surat pengajuan kasasi ke MA telah dilayangkan pada November 2019 lalu.

 TERUNGKAP Pemilik Mobil B 1 RI Halangi Pelantikan Jokowi Raja Pulau Buru, Tokoh Adat Minta Bebaskan

 Adu Anjing dengan Taruhan yang Kalah Dijadikan Barbeque dan Menu Santapan Penggemar Adu Hewan Sadis

 Sering Diabaikan, Berikut Daftar Gejala Penyakit Diabetes yang Tak Disadari

 Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka Maju Pilkada Solo 2020, Fahri Hamzah: Merusak Reputasi Bapaknya

“Kasasi kita ajukan kurang lebih satu bulan lalu, initinya mengajukan keberatan kepada MA setelah banding kami di pengadilan Bandung di tolak,” kata Alam, saat dihubungi, Kamis (19/12/2019).

Alam meminta agar MA untuk mempertimbangkan putusan vonis pidana mati kepada kliennya tersebut.

Sebab, yang di lakukan terdakwa dalam kasus pembuhunan itu dilakukan secara spontan dan tanpa adanya rencana.

“Terdakwa tidak punya rencana dalam tindak pidana itu. Kami juga sayangkan pengadilan tinggi Bandung tidak memperhatikan pledoi yang dibacakan," jelas Alam.

 VIRAL Video Pria Alami Stroke Dianiaya Wanita dengan Tongkat, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Alam menilai Haris pantas mendapatkan hukuman berat sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.

Akan tetapi, tidak untuk hukuman mati dikarenakan tidak ada sebuah rencana dalam kasus pembunuhan itu.

"Pembuktiannya lemah, jelas dalam keterangannya Haris datang di undang korban dan lebih dulu dipancing dengan kata-kata hinaan dari mulut korban. Jika tuntutan hukuman pidana mati tetap diberikan kepada Harris, itu sama saja membunuh keadilan yang ada," ungkap Alam.

Sebelumnya, warga digemparkan dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 12 November 2018.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved