Reformasi Polri

Jokowi Diminta Atasi Membeludaknya Jenderal di Tubuh Polri, Banyak Kombes dan AKBP yang Nganggur

Ketua Presidium Indonsia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Presiden Jokowi mendorong Kapolri Idham Azis segera mengarahkan kepolisian Indonesia

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Muhammad Yusuf
Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melantik Irjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019). 

Akibat hal ini saat lengser sebagai Kapolri, kata Neta, Tito Karnavian meminta maaf akibat banyaknya jumlah Kombes menganggur saat ini.

"Semua itu terjadi akibat Polri belum mengubah konsepnya sebagai polisi modern.

"Kata kata modern hanya dijadikan retorika dan belum dilaksanakan secara benar dan serius," katanya.

Menurut Neta, kesadaran untuk mengembangkan Polri 4.0 belum tercipta.

 SUDAH Lihat Video Betrand Peto Sentuh Dada Sarwendah, Ini Tanggapan Ruben Onsu yang Bikin Miris

 Jokowi Ingin Lepas dari Megawati, Berikut Tanda-tandanya Diungkap Pengamat Politik Rocky Gerung

 UPDATE Karutan Cipinang Benarkan Ahmad Dhani Bisa Bebas Akhir Tahun

Akibatnya, organisasi Polri kian tambun dan sulit bergerak serta tidak lincah dalam melindungi masyarakat.

"Dalam kondisi ini, jalan pintas pun diambil para elit Polri.

"Banyaknya jumlah Kombes disikapi dengan penambahan sejumlah struktur baru, dengan pangkat Brigjen, Irjen hingga Komjen.

"Selain itu, para jenderal Polri didorong bertugas ke luar institusi kepolisian," katanya.

 KABAR Via Vallen Terkini, Foto-foto Terbarunya Banyak Orang Bilang Tambah Chubby setelah Operasi

 TERNYATA Manfaat Buah Duku Luar Biasa, Lindungi Jantung hingga Cegah Kanker, Ini Ulasannya

 ALAMI Kejadian Aneh, Wanita Ini Ngeri Melihat 300 Burung Mati Jatuh dari Langit, Ini Kronologinya

Sehingga menurut Neta, jenderal polisi kian banyak dan ada dimana mana..

"Indonesia pun seakan menjadi negara polisi. Di sisi lain anggaran Polri yang terus bertambah setiap tahun tersedot untuk tunjangan dan fasilitas para jenderal yang terus bertambah jumlahnya," kata dia.

Situasi buruk di Polri ini, katanya harus disudahi.

Reformasi Polri harus dikembalikan kekhittahnya agar melahirkan Polri yang efisien, efektif, profesional, modern, dan terpercaya.

• VIRAL Video Anak Jatuh dari Lantai 5 saat Ibu Main HP, Polisi Sebut Ibu Lalai Bikin Murka Keluarga

• KISAH Penjaga Makam di TPU Menteng Pulo Tidur di atas Makam Berlapis Semen Jauh dari Kebisingan

• TERUNGKAP Kekejaman KKB Papua Eksekusi Sandera Sambil Menari-nari, Ini Cerita Sandera Selamat

"Bukan Reformasi Polri yang melahirkan jenderal dimana mana," katanya.

Sebab itu kata Neta, Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi Polri harus segera mendorong Kapolri Idham Azis melahirkan Polri 4.0.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved