Reformasi Polri
Jokowi Diminta Atasi Membeludaknya Jenderal di Tubuh Polri, Banyak Kombes dan AKBP yang Nganggur
Ketua Presidium Indonsia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Presiden Jokowi mendorong Kapolri Idham Azis segera mengarahkan kepolisian Indonesia
Penulis: Budi Sam Law Malau |
SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Presidium Indonsia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Presiden Jokowi mendorong Kapolri Idham Azis segera mengarahkan kepolisian Indonesia menuju Polri 4.0.
Dengan Polri 4.0 maka Polri tidak asyik sendiri melebarkan organisasinya dengan euforia penambahan jenderal di sana-sini, sampai jumlah jenderal Polri membludak seperti sekarang ini.
"Kami menilai, sangat ironis jika Presiden akan menghapus sejumlah eselon di departemen, sementara Polri asyik melebarkan organisasinya.
• TERUNGKAP Ada Pasukan Bertopeng saat Berlangsung Penumpasan Begal Sadis di Era Soeharto
• BREAKING NEWS: Dua Ekor Anak Ular Kobra Ditemukan di Kelapa Gading, Warga Evakuasi ke Botol Mineral
• BREAKING NEWS: Kereta Api Tabrak Mobil di Cibitung, 7 Orang Tewas, Ini Kronologinya

"Seperti menjadikan Brimob dan Humas dipimpin jenderal bintang tiga dan penambahan Kapolresta dipimpin Kombes," kata Neta, kepada Warta Kota, Minggu (22/12/2019).
Di era milenial sekarang ini kata Neta, Polri perlu segera menata organisasi dan personilnya, dengan mengedepankan IT.
Sehingga secara bertahap kepolisian menuju Polri 4.0.
"Saat ini konsep lama Polri sudah sangat ketinggalan zaman dan menjadi beban berkepanjangan bagi organisasi.
• PENAMPILAN Husein Alatas Bikin Kaget Kerabat, Ternyata karena Ada Tato di Lengan Kiri Habib
• Ini Kronologis Husein Alatas Cabuli Korbannya dengan Modus Hipnotis
• UPDATE Polisi Dalami Korban Pencabulan Lainnya Oleh Husein Alatas
"Rasio 1:750 milik Polri yang mengacu pada rasio PBB sudah tidak rasional lagi," katanya.
Sebab kata Neta, negara negara maju dan modern tidak lagi memakai rasio tersebut Justru jumlah polisi dikurangi secara signifikan dan kekurangan personil ditutupi dengan IT, sehingga cctv menjadi mata kepolisian dimana mana.
"Dengan CCTV dimana mana, polisi modern bisa bereaksi cepat dan 15 menit tiba di TKP.
"Teknologi menjadi andalan kepolisian dalam melindungi masyarakat," katanya.
• ENAM Fakta Lettu Erizal Sebelum Gugur Ditembak KKB Papua Sempat Ungkap Rindu kepada Kekasih
• TERNYATA Manusia Silver Bukan Anak Terlantar, Ibunya Menangis saat Jemput di Panti Sosial
• POLISI Bakal Usut Tuntas Insiden Pemukulan di Transjakarta, Ini Kronologinya
Dengan berkembangnya konsep Polisi 4.0, tambah Neta, maka kepolisian di negara negara maju tidak lagi menggeber rekruitmen polisi secara besar besaran.
"Tapi rekrutmen secara terbatas. Sementara Polri setiap tahunnya merekrut 9.500 anggota baru, yang 300 di antaranya untuk Akpol.
"Akibatnya, terjadi penumpukan personil kepolisian. Jumlah Kombes yang menganggur kian banyak.
"Belum lagi jumlah AKBP yg menganggur lebih dari tiga kali lipat," katanya.
• PRAJURIT Kopassus Lettu Erizal Ditembak Mati KKB Papua Pimpinan Lekagak Telenggen, Ini Kronologinya
• FOTO Kucing Digantung hingga Mati di Pohon Setelah Makan Merpati di Bali Viral, Ini Kronologinya
• MAHFUD MD Blak-blakan di ILC Akui Banyak Pelanggaran HAM Era Jokowi, hingga Singgung Rusuh Papua