Reformasi Polri

Jokowi Diminta Atasi Membeludaknya Jenderal di Tubuh Polri, Banyak Kombes dan AKBP yang Nganggur

Ketua Presidium Indonsia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Presiden Jokowi mendorong Kapolri Idham Azis segera mengarahkan kepolisian Indonesia

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Muhammad Yusuf
Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melantik Irjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019). 

Selain itu untuk menyikapi kelebihan Kombes dan AKBP, penerimaan Akpol perlu dimoratorium dua atau tiga tahun ke depan.

Lalu ditawarkan pensiun dini kepada para Kombes yang sudah "mentok".

 TERUNGKAP Gadis Diterkam 2 Harimau yang Dibesarkannya Sejak Kecil, Tubuhnya Diseret & Dicakar-cakar

 AKHIRNYA Ahmad Dhani Bebas 28 Desember 2019, Ini 2 Rencana Besarnya Setelah Bebas dari Rutan

 Puluhan Kapal di Dermaga Kali Adem Disiapkan Antisipasi Peningkatan Wisatawan ke Kepulauan Seribu

"Setelah itu organisasi Polri dirampingkan dan kinerja kepolisian ditata ulang menuju polisi yang efisien, efektif, Profesional, Modern dan Terpercaya, dengan IT dan cctv dimana mana sebagai pengganti polisi manusia," katanya.

Sebab, menurut Neta, makin banyaknya polisi manusia di lapangan maka persoalan bukannya cepat selesai tapi makin banyak persoalan baru dan rumit.

"Yang akhirnya membuat konsep profesional, modern dan terpercaya Polri diragukan banyak pihak," kata dia.

Untuk itu di tahun 2020, Neta berharap, Polri perlu serius menata organisasinya, mengevaluasi SDM dan alutsistanya untuk kemudian dibuat grand desain menuju polisi modern yang Polri 4.0.

"Sehingga Polri Promoter benar adanya dan bukan sekadar Promoter yang diplesetkan menjadi Promosi Orang orang Tertentu," kata Neta.(bum)

Kapolri Angkat Irjen Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri

Sebelumnya Wartakotalive melaporkan Kapolri Jenderal Idham Azis akhirnya mengangkat Irjen Gatot Eddy Pramono yang menjabat Kapolda Metro Jaya menjadi Wakapolri.

Irjen Gatot Eddy Pramono menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang dimutasi menjadi Perwita Tinggi (Pati) Mabes Polri dalam rangka pensiun, Jumat (20/12/2019).

Sementara jabatan Kapolda Metro Jaya akan diisi oleh Irjen Nana Sujana, yang sebelumnya menjabat Kapolda NTB.

Kepastian itu tertuang dalam Surat Telegram bernomor: ST/3330/XII/Kep/2019 dan ST/3331/XII/Kep/2019, tertanggal 20 Desember 2019 dan ditandatangani Kapolri Jenderal Idham Azis.

Surat mutasi Kapolda Metro Jaya menjadi Wakapolri.
Surat mutasi Kapolda Metro Jaya menjadi Wakapolri. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono membenarkan diangkatkan Irjen Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono dan diangkatnya Irjen Nana Sujana sebagai Kapolda Metro Jaya.

"Ini adalah hal biasa sebagai penyegaran dalam organisasi Polri," kata Argo, Jumat malam.

Ilustrasi. Kapolri Jenderal Idham Azis.
Ilustrasi. Kapolri Jenderal Idham Azis. (Warta Kota/Muhammad Yusuf)
Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved