Marak Ular Kobra Temuan Ular Kobra Akhir Tahun 2019, Berikut Doa Agar Terhindar dari Ular Kobra
Fenomena munculnya ular kobra di permukiman tidak dapat terhindarkan. Beragam cara dapat dilakukan, termasuk berdoa agar terhindar dari ular kobra
Perubahan musim dari kemarau panjang menjadi penghujan pada akhir tahun 2019 sejalan dengan masa inkubasi telur ular kobra.
Kemunculan anakan hingga indukan ular kobra di tengah permukiman warga pun tidak terhindarkan.
Agar terhindar dari ular kobra, beragam cara dapat dilakukan, termasuk berdoa.
Dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), islam.nu.or.id; terdapat doa agar terhindar dari ular kobra.
Berikut doa agar terhindar dari ular kobra :
Yâ ardhu, rabbî wa rabbukillâh. A‘ûdzu billâhi min syarriki, wa syarrimâ fîki, wa syarrimâ yadibbu ‘alaiki. A‘ûdzu billâhi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa ‘aqrabin wa min syarri wâlidin wa mâ walad wa min syarri sâkinil balad.
Artinya, “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, kejahatan barang yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diberanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini,” (Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, [Jakarta, Cetakan Al-‘Aidrus]).
• Pemkot Depok Sebar SABU di 9 Rumah Sakit untuk Warga yang Terpatuk Gigital Ular Kobra
• Fenomena Munculnya Ular Kobra, Paranormal Mba Mijan: Akan Ada Wabah yang Sifatnya Membunuh
• Teror Ular Kobra Bikin Warga di Gowa Resah, Dua Orang Tewas, Petani Enggan Bekerja
Kemarau Panjang
Fenomena meningkatnya kemunculan ular kobra yang muncul belakangan tidak terlepas dari faktor musim kemarau yang panjang, sehingga akhirnya banyak ular yang muncul pada akhir tahun.
Koordinator Komunitas Taman Belajar Ular, Igor Sonagar mengatakan, siklus musim hujan yang mundur dari biasanya pada bulan September karena kemarau panjang membuat ular kobra menetas sempurna.
“Biasanya, September itu sudah mulai hujan, otomatis si telur ini sudah membusuk duluan."
"Tapi, karena ini kemarau panjang, Desember kita hujan jadi ular menetas sempurna,” kata Igor, Kamis (19/12/2019).
Bulan Desember merupakan masa-masa bagi telur kobra menetas.
Sementara, biasanya, telur kobra tidak semuanya bisa menetas dengan sempurna ketika tak diguyur hujan terus-terusan.
Igor menilai, fenomena ini merupakan hal baru.
• Terungkap Ini Penyebab Maraknya Kemunculan Ular Kobra Meningkat di Sejumlah Tempat pada Akhir Tahun
• Sebanyak Lima Butir Telur yang Diduga Merupakan Telur Ular Kobra Ditemukan di Jatimurni Kota Bekasi
• 15 Laporan Penemuan Ular Kobra di Depok, 12 Ular Berhasil Ditangkap, 4 Warga Kena Gigitan
Selain itu, berkurangnya populasi predator ular kobra menjadi faktor tambahan meningkatnya temuan pada akhir tahun 2019.
“Kejadian ini baru sekarang aja terjadi. Kalau tahun lalu tidak sebanyak ini dan ternyata rata di Kalimantan pun sama,” ucapnya.
Igor juga mengungkapkan pada bulan Desember, komunitasnya mendapat laporan 82 kasus temuan ular yang mayoritasnya ular kobra dan berasal dari sekitar Jabodetabek.
“Desember ini musimnya baby kobra menetas,” kata Igor.
Sudah Biasa Ketemu Anakan Ular Kobra
Tidak ada mimik ketakutan di wajah Sarta (21) saat memegang anak ular kobra yang baru ditemukannya Senin (16/12/2019). Anak ular kobra itu ditemukan di tempat kerjanya di Jalan Langgar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.
Anak kobra yang ditemukan Sarta berukuran 20 Cm. Sesekali lehernya mengembang saat merasa terancam.
"Gak bahaya kok, saya gak pernah digigit," kata Sarta ditemui di lokasi sambil menunjukan anak kobra yang ditemukannya.
Sarta menjelaskan, saat musim hujan tiba ia biasa menemukan anak ular kobra di sekitaran tempat kerjanya.
Tempat kerja Sarta merupakan lapak barang bekas yang terdapat di sekitar RT4 RW3 Joglo.
"Sudah sering anak kobra ini ditemukan, cuma baru hebohnya sekarang saja," jelas Sarta.
Anak kobra itu ditaruhnya di dalam sebuah gelas plastik. Rencananya anak kobra itu mau ditaruhnya di kebun dekat tempat kerjanya atau selokan air.
"Gak pernah dibunuh kalau ketemu, paling ditangkap, disimpan sebentar terus dibuang lagi ke kebun atau selokan," kata Sarta.
Sepanjang Sarta memegang anak ular kobra itu memang terlihat cukup aktif. Sesekali lehernya mengembang jika Sarta memegang bagian leher anak ular tersebut. Namun anak ular itu tidak mematok tangan Sarta.
• Begini Cara dan Langkah Tangani Bisa Ular Kobra
• Ini Penyebab Banyak Ular Kobra Keluar dari Sarangnya, dan Berbagai Tips Hindari & Atasi Ular
• DIPATUK Ular Kobra, Bocah 8 Tahun Sekarat dan Dirawat Intensif di Rumah Sakit di Depok
Sebelumnya di lokasi itu juga ditemukan 18 anak ular kobra. Anak ular kobra itu ditemukan di dalam galian yang terdapat di dalam bangunan lapak tersebut.
Pantuan Wartakotalive.com wilayah Jalan Langgar Joglo memang masih sangat asri. Masih terdapat banyak tanah lapang dan pohon-pohon di sekitaran kawasan tersebut.
Puluhan Cangkang Telur Kobra DItemukan
Sebanyak 30 cangkang telur ular kobra ditemukan di perumahan wilayah Kelurahan Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Atas informasi itu, Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian ular kobra.
"Berdasarkan laporan warga yang menemukan cangkang telur ular kobra dan ular kobra anaknya, kita datang lakukan penyisiran," ujar Ketua Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, kepada Wartakota, Minggu (15/12/2019).
Eko mengatakan sebanyak lima anggota dikerahkan ke lokasi untuk proses pencarian ular kobra.
Pencarian dengan menyusuri titik dimana ditemukannya cangkang telur ular kobra maupun titik warga melihat keberadaan ular kobra tersebut.
"Total ada lima titik berdasarkan laporan warga. Lokasi ada lahan kosong yang belum dibangun rumah," kata dia.
Kemunculan ular kobra di lokasi itu, kata Eko, disebabkan lokasi perumahan dekat dengan area rawa dan sedang siklus bertulurnya ular kobra.
"Memang areanya kan dekat rawan, ditambah bulan-bulan ini siklusnya ular kobra berkembang biak, kawin dan bertelur," ucap dia.
Proses pencarian telah dimulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.
"Masih belum ditemukan, kita masih terus nyisir keberadaanya," paparnya.
Pantauan Wartakota, proses penyisiran dengan dilakukan pembongkaran sarang ular kobra yang berada di tanah lahan kosong tersebut.
Bahkan Tim Rescue Damkar Kota Bekasi menggunakan kamera kecil menggunakan kabel untuk melihat ke dalam lubang yang diduga menjadi sarang ular kobra itu.
Tapi tidak kunjung ditemukan keberadaannya.
Sebelumnya, sebanyak 30 telur ular kobra ditemukan di perumahan wilayah Kelurahan Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Ke-30 telur ular kobra itu ditemukan di tanah kosong dalam keadaan sudah menetas, atau tersisa cangkangnya.
Sedangkan ular kobra anaknya itu diperkirakan sudah menyebar masuk ke dalam area lahan kosong di kawasan perumahan tersebut.
• Marak Ditemukan Ular Kobra, Serum Bisa Belum Didistribusikan ke Puskesmas
• Jakarta Barat Sudah Mengevakuasi 25 Kasus Penemuan Anak Ular Kobra Belum Genap 2 Bulan
• BREAKING NEWS Bikin Merinding, 5 Anak Ular Kobra Ditemukan Dekat Apartemen Kawasan Cengkareng
Sembiring (35) warga perumahan setempat mengatakan 30 cangkang telur ular kobra ditemukan dua hari lalu.
Bahkan selama dua hari itu warga menemukan lima ekor anak ular kobra.
"Ada lima anak ular yang ditemukan, ada yang di dalam rumah, di halaman rumah sama jalan di depan rumah. Kayaknya dari telur yang baru menetas itu," ujar Sembiring, Minggu (15/12/2019).
Ia menerangkan wilayah perumahannya itu kerap muncul ular kobra, terlebih dalam beberapa minggu ini.
Lokasinya yang dekat rawa, dimungkinkan menjadi faktor berkembang biaknya ular korban tersebut.
"Ini kan memang dulu lokasi urukan bekas rawa, ditambah di belakang perumahan masih ada bekas rawanya juga," kata dia.
Keberadaan ular kobra itu sangat meresahkannya sehingga warga memangil Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi untuk melakukan proses evekuasi.
"Kita panggil Damkar agar bisa segera ditangkap. Soalnya kemungkinan ada sarangnya di daerah ini," kata dia.
Ia nilai jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat membahayakan warga sempat, terlebih lokasi perumahan banyak anak-anak.
"Kita resah aja ya, kan banyak anak-anak, walaupun itu ular anaknya juga kan. Apalagi ularnya masuk ke rumah,"jelas dia.
Sebelum penemuan telur dan anak ular kobra, seekor ular kobra dewasa lebih dulu ditemukan oleh petugas keamanan perumahan.
"Sebelumnya ditangkap ular kobra dewasa, dimatiin sama petugas keamanan. Nah ini paling sisa anak-anak saja, tapi engga tahu juga kalau masih ada yang dewasa," papar Sembiring.
Tips Agar Rumah Terhindar dari Ular Kobra
Peneliti Herpetologi Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Amir Hamidy, menjelaskan bahwa awal musim penghujan merupakan waktu di saat anak ular kobra mulai menetas dari telurnya.
Terdapat beberapa cara agar rumah dapat terhindar dari ular kobra.
"Untuk menghindari masuknya ular ke rumah dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah. Gunakan pembersih lantai dengan aroma yang menyegat karena ular tidak suka dengan bau yang tajam," terang Amir saat dikonfirmasi, Jumat (13/12).
Selain itu, hindari meninggalkan sampah bekas makanan di rumah.
Hal itu sangat penting dilakukan lantara sampah tersebut sampah sisa makanan bisa mengundang tikus yang merupakan salah satu mangsa ular.
Kemudian, ia juga mengingatkan untuk selalu bersihkan rumah dari tumpukan barang-barang, termasuk perkarangan rumah dari tumpukan daun-daun kering atau material yang menumpuk.
“Tempat-tempat itu bisa menjadi tempat persembunyian ular,” jelasnya.
• Damkar Kota Depok Tangkap Dua Ular Kobra di Tapos dan Bojongsari
• Damkar Kota Bekasi Mulai Banyak Dapatkan Permintaan Evakuasi Ular Kobra
Lebih lanjut diungkapkannya, fenomena kemunculan ular kobra disebutkannya merupakan hal yang wajar.
Pulau Jawa merupakan habitat asli ular kobra, karena tanahnya yang cukup subur.
“Habitatnya persawahan, sekitar perumahan termasuk perbatasan-perbatasan hutan yang sudah terbuka. Bukan hutan primer,” ungkap Amir.
Apalagi di musim penghujan ini merupakan waktu ideal bagi menetasnya telur-telur ular kobra.
“Karena kan ini musimnya. Jadi memang musim ular menetas ini di awal musim penghujan.
“Wajar kalau seperti itu, tahun sebelumnya juga ada,” ujar Amir.
Pihak LIPI juga menyarankan warga segera melaporkan ke dinas terkait, seperti pemadam kebakaran, jika menemukan telur maupun sarang ular kobra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/update-marak-ular-kobra-di-bekasi154.jpg)