Pendidikan
Universitas Mercu Buana Mengukuhkan 2 Guru Besar Perempuan saat Peringatan Hari Kartini
Dua Guru Besar perempuan Universitas Mercu Buana (UMB) dikukuhkan pada Selasa (21/4/2026), bertepatan peringatan Hari Kartini.
Ringkasan Berita:
- Dua Guru Besar perempuan Universitas Mercu Buana (UMB) dikukuhkan pada Selasa (21/4/2026), bertepatan peringatan Hari Kartini
- Momentum ini tidak hanya menandai capaian akademik tertinggi, tapi juga menghadirkan semangat emansipasi Kartini dalam wajah pendidikan tinggi masa kini
- Semangat kesetaraan, akses pendidikan dan kebebasan berpikir yang diwariskan dinilai terus hidup dan menemukan relevansinya dalam dunia akademik modern
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dua Guru Besar perempuan Universitas Mercu Buana (UMB) dikukuhkan pada Selasa (21/4/2026), bertepatan peringatan Hari Kartini.
Momentum ini tidak hanya menandai capaian akademik tertinggi, tapi juga menghadirkan semangat emansipasi Kartini dalam wajah pendidikan tinggi masa kini.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Tower, Kampus Universitas Mercu Buana, Meruya, Jakarta Barat,.
Hadir antara lain Tri Munanto selaku Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Ketua Yayasan Menara Bhakti, dan tamu undangan lain.
Baca juga: Ekosistem Pendidikan Inklusif, Begini Cara Universitas Mercu Buana Mendorong Prestasi Mahasiswa
Pengukuhan itu dinilai menjadi simbol konkret bahwa perjuangan Kartini telah melampaui isu akses pendidikan, menuju peran strategis perempuan sebagai pemimpin pemikiran dan penentu perkembangan ilmu pengetahuan.
Kedua Guru Besar yaitu Prof Dr Dra Nurhayani Saragih, MSi (Bidang Media dan Komunikasi) dan Prof Dr Augustina Kurniasih ME (Manajemen Keuangan), dinilai memiliki peran sentral membentuk arah masyarakat kontemporer.
Prof Dr Andi Adriansyah M Eng, Rektor Universitas Mercu Buana, mengatakan, jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan amanah intelektual dan moral.
"Guru Besar adalah penjaga api keilmuan sekaligus penjaga arah peradaban, mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang," ujarnya.
Baca juga: Universitas Mercu Buana Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Walk 2025 di TMII Jakarta Timur
Andi menjelaskan, kehadiran dua perempuan sebagai Guru Besar di bidang-bidang itu menunjukkan pergeseran peran perempuan dari sekadar partisipan menjadi pemimpin pemikiran (thought leader).
Hal ini sejalan dengan gagasan Kartini yang menempatkan perempuan sebagai agen perubahan, pendidik, sekaligus penjaga nilai dalam masyarakat.
"Peran Guru Besar dinilai tidak hanya penghasil pengetahuan (knowledge producer), tapi juga sebagai penyebar nilai (value distributor)," kata Andi.
"Di tengah percepatan perubahan dan disrupsi teknologi, Guru Besar diharapkan mampu menjembatani antara pengetahuan dan kebijaksanaan, serta membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral," lanjut Profesor peneliti Robot Humanoid tersebut.
Baca juga: Bangun Sport Centre, Universitas Mercu Buana Cetak Atlet Prestasi Level Nasional dan Internasional
Pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Kartini dinilai bukan sekadar kebetulan, melainkan refleksi konkret dari gagasan emansipatif yang diperjuangkan Kartini.
Semangat kesetaraan, akses pendidikan dan kebebasan berpikir yang diwariskan dinilai terus hidup dan menemukan relevansinya dalam dunia akademik modern.
dosen Mercu Buana
wisuda Mercu Buana
Universitas Mercu Buana
Universitas Mercu Buana Jakarta
Mercu Buana
guru besar Universitas Mercu Buana
Rektor Universitas Mercu Buana
Dosen Universitas Mercu Buana
| Kolaborasi Indonesia-Brunei, Binawan Gandeng JPMC College of Health Sciences |
|
|---|
| Cerita Peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika, Rela Bangun Dini Hari Raih Kampus Impian |
|
|---|
| UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang Diikuti 12.508 Peserta |
|
|---|
| Giwo Rubianto Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual di Kampus |
|
|---|
| Menggugat Algoritma, Prof. Harris Arthur Hedar Tekankan Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Guru-Besar-Mercu-Buana-hbw.jpg)