Breaking News:

Pencabulan

Ibu Ini Dituduh Tidak Waras Setelah Laporkan Mantan Suami yang Diduga Cabuli Tiga Anak Kandungnya

RS (41), ibu rumah tangga asal Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, mengaku dituduh tidak waras setelah melaporkan mantan suaminya.

Tribun Timur/Darul Amri Lobubun
Rs (41) saat mengadukan kasus pencabulan ayah terhadap tiga anak kandung, di P2TP2A Makassar. 

Disebutkan Rs, tiga orang dewasa tersebut adalah Su (41); mantan suaminya, dan dua teman mantan suaminya, Rz dan Gn.

Rs mengungkapkan, mantan suaminya sering kali menjemput ketiga anaknya saat para korban pulang dari sekolah.

 Pimpinan KPK 2015-2019: Kami Berempat Sudah Bebas!

"Anak pertama (Al) saya di SD, kalau anak kedua dan ketiga ini masih Paud."

"Ketiga ini dijemput (Su) saat pulang sekolah," papar Rs.

Pengakuan putra keduanya, Mr kepada Rs, kakaknya, Al dan adiknya, Az beberapa kali dia lihat digilir di toilet rumah ayahnya, Su.

 Berseragam Sama Keren Seperti Pilot, Sopir Bus di Terminal Pulogebang Kini Lebih Percaya Diri

Kata kedua korban, keduanya disetubuhi secara bergantian. Dari gaya berjongkok, lewat dubur dan kemaluan, hingga oral seks.

"Jadi itu keduanya (Al dan Az) baru cerita semua, keduanya bilang ada dua om-om juga ikut buat begitu (cabul)," tambah Rs.

Polisi SP3 Kasus

Dugaan kasus pencabulan (Rudapaksa) terhadap tiga anak kandung ini disebut telah dihentikan (SP3) oleh pihak Polres Luwu Timur.

Rs mengatakan, kasus ini dihentikan alias SP3 karena tidak ada bukti yang kuat dari kedua korban setelah dilakukan visum.

"Katanya penyidik di sana tidak ada bukti kuat untuk menyelidiki kasus ini, makanya mereka (penyidik) hentikan ini," jelas Rs.

 Takut Diputusin Pacar, Wanita Muda di Bekasi Rela Jadi Kurir Narkoba

Proses penghentian kasus ini, menurut Rs, juga ada kejanggalan.

Karena, SP3 di Polres juga terkesan dipaksakan penyidik.

Kata Rs, ada beberapa lembar kertas yang ditunjukkan penyidik. Tapi, yang bisa ia lihat hanya di lembaran pertama dan terakhir.

 UU Hasil Revisi Dinilai Bakal Bikin Dewan Pengawas Bertarung Melawan Pimpinan dan Pegawai KPK

"Ada beberapa lembaran kertas saya lihat, tapi mereka (penyidik) bilang saya hanya lihat lembar pertama dan terakhir," tuturnya.

"Memang ada beberapa lembar, tapi kata mereka itu nanti mereka yang isikan, saya tugas hanya tanda tangan saja," aku Rs.

Ancaman

Selama proses kasus ini di Polres Luwu Timur, Rs mengakui mendapat ancaman dari Su, terkait uang jajan anak dicabut.

Bahkan, Rs dilaporkan balik oleh mantan suaminya itu, yang merupakan seorang pejabat Inspektorat Pemkab Luwu Timur.

"Iya, saya diancam. Katanya kalau kasus anak saya tidak dicabut, maka saya akan dilaporkan balik lagi ke polisi," ungkap Rs.

 JADWAL Misa Malam Natal dan Natal 2019 di Jakarta dan Sekitarnya

Kini, ibu tiga anak ini pun telah dilaporkan balik oleh mantan suaminya, dengan tuduhan mencemarkan nama baik.

Rs mengaku tidak gentar, dia tidak main-main dengan apa yang telah dia lakukan, mencari keadilan untuk ketiga anaknya.

"Saya tidak main-main, bahkan penyidik (polisi) kemarin telepon saya katanya dia (Su) sudah melapor saya di sana," ujarnya.

 Korban Husein Alatas Sakit Pendarahan Rahim, Datang Berobat Malah Dicabuli Hingga Alat Vital Sakit

Kasus ini dilaporkan ke tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) Makassar, Sabtu (21/12/2019).

Padahal, kasus ini awalnya dilaporkan dan ditangani tim penyidik Polres Luwu Timur (Lutim), tetapi kemudian dihentikan alias SP3.

Menurut Kepala P2TP2A Makassar Tenri A Palallo, korban diduga dicabuli sejak 2016.

 Imigrasi Ciduk Buronan Pembobol Bank di Tiongkok, Tertangkap di Tanah Abang

"Dari keterangan ibu korban (Rs, 41), dua putrinya (Al, Az) disodom, dicabuli, dan oral seks."

"Kalau putranya (Mr) itu disebut oral seks dan juga disodomi," ungkap Tenri.

Kepala Bidang Tim Reaksi Cepat (TRC) P2TP2A Makassar Makmur Payabo menyebut kasus ini mengerikan.

 Pernah Jadi Komisioner, Jokowi Tunjuk Tumpak Hatorangan Panggabean Jadi Ketua Dewan Pengawas KPK

"Kami dari koalisi yang tergabung (Koalisi Pemerhati Anak) melihat kasus ini sangat-sangat mengerikan," ujar Makmur Payabo.

Lanjut Makmur, kasus ini keji dan sangat mengerikan, karena diduga dilakukan oleh ayah kandung tiga anak tersebut, Su (41).

"Apalagi kami baru mendapat informasi, pelaku atau orang tua korban merupakan salah satu pejabat Luwu Timur," jelasnya.

 Politikus PDIP Minta Adian Napitupulu Ubah Gaya Hidup Setelah Sempat Kolaps, Dianggap Aset Partai

Langkah selanjutnya, pihak TRC P2TP2A dan Koalisi Pemerhati Anak akan melaporkan kasus ini ke Polda Sulsel.

Praperadilan

Pihak TRC P2TP2A Makassar bersama Koalisi Pemerhati Anak juga akan mempraperadilankan kasus ini.

Menurut Makmur Payabo, untuk proses praperadilan kasus ini, timnya akan melaksanakan visum ulang ketiga korban.

"Kita visum ulang tiga korban, nanti hasil visum di sini kita bandingkan dengan hasil visumnya mereka (polisi)," jelas Makmur.

 Said Didu Bilang Jiwasraya Sakit Sejak 1998, tapi Kembali Sehat dan Raup Untung pada 2016

Hasil visum yang digunakan penyidik di Polres Luwu Timur merupakan hasil dari salah satu Puskesmas di sana.

"Nanti kita cocokkan, kalau memang hasil di sini terbukti ada kelainan, maka pastinya kita praperadilankan kasus ini," tegasnya.

Selain itu, pihak TRC P2TP2A Makassar bersama Koalisi Pemerhati Anak juga akan melaporkan kasus ini ke Polda Sulsel. (Darul Amri Lobubun)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved