Jumat, 24 April 2026

Amandemen UUD 1945

Wacana Menambah Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode Dinilai Kerjaan Orang Iseng tapi Serius

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, cuma sebatas wacana.

Penulis: |
warta kota/nur ichsan
Jimly Asshiddiqie 

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, cuma sebatas wacana.

"Tidak mungkin," katanya, di acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Pemeriksa Daerah dan Penyampaian Laporan Kinerja (Lapkin) DKPP 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

"Cuma wacana, paling cuma satu dua orang. Namanya orang politik, kan ngetes-ngetes," imbuhnya.

Ujian Nasional Diganti, PGRI: Gaji Guru Honorer Rp 300 Ribu, Gimana Bicara Asesmen tapi Masih Lapar?

Menurut dia, perubahan masa jabatan Presiden itu akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sebab, sejak Pemilu 2004, rakyat sudah dapat memilih kepala negara secara langsung.

Selain berkembang wacana perubahan masa jabatan Presiden, juga sempat muncul isu pemilihan Presiden-Wakil Presiden akan dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Tentukan Lokasi Klaster Pemerintahan, Pekan Depan Jokowi Menginap di Ibu Kota Baru

"Mau dikembalikan ke MPR, tidak mungkin."

"Rakyat kalau sudah dikasih haknya mau diambil lagi, ribut dia," kata mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu itu.

Apalagi, dia menilai, nilai-nilai feodalisme masih bertahan dan berkembang di Indonesia.

KRONOLOGI Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Ditembak Kelompok MIT Poso, Diserang Setelah Jumatan

Bahkan, kata dia, sempat muncul wacana agar Presiden yang akan kembali mencalonkan diri diberi batas waktu satu periode untuk maju di periode kedua.

Upaya itu dilakukan untuk membatasi munculnya calon presiden-calon wakil presiden incumbent. Sehingga, dia memprediksi, tidak ada perubahan masa jabatan Presiden.

"Secara hukum, secara politik, saya rasa tidak mungkin itu."

Nasihat dan Kinerja Wantimpres Nyaris Tak Terdengar

"Itu iseng saja. Iseng cuma serius. Yang paling iseng itu tambah masa jabatan jadi tiga periode," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak setuju wacana masa jabatan Presiden ditambah menjadi tiga periode dan dipilih oleh MPR.

"Kalau ada yang usulan tiga (wacana), menurut saya, satu ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan saya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved