Kamis, 7 Mei 2026

Novel Baswedan Diteror

Neta S Pane Bilang 90 Persen Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap, Katanya Ini Cuma Perkara Kecil

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi, 90 persen kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, sulit t

Tayang:
Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane 

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi, 90 persen kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, sulit terungkap.

Neta S Pane menilai, kasus ini dilakukan oleh individu, bukan kelompok.

Selain itu, barang bukti dan saksi dalam perkara ini juga sangat minim.

Bonus untuk Atlet Peraih Medali di SEA Games 2019 Cair Besok

"Hal inilah yang membuat polisi sulit menyelesaikan kasus ini."

"Kalau Presiden janji, mau siapa pun Kapolri dan Kabareskrimnya tetap sulit ungkap kasus ini," kata Neta S Pane saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Neta S Pane juga menduga, kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dilakukan oleh kalangan bawah dari individu.

Bantah Tutup Area Lay Bay Stasiun Bekasi Tanpa Koordinasi, Ini Kata Ditjen Perkeretaapian Kemenhub

Bahkan, diduga dilakukan karena dendam pribadi kepada Novel Baswedan.

Neta S Pane menyebut, jika kasus ini tak terungkap, maka Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai pimpinan tertinggi Polri sama sekali tak memiliki dampak apa-apa.

"Saya kira tak ada dampak apa-apa. Ini hanya kasus kecil," jelas Neta S Pane.

KLASEMEN Akhir SEA Games 2019, Indonesia Peringkat 4, Ada Satu Negara Tak Dapat Medali Emas

Ia justru berharap, kasus pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel Baswedan harus diungkap.

"Harusnya BAP dilimpahi ke pengadilan, karena keluarga korban memenangkan gugatan praperadilan."

"Karena ini korban mati, sementara Novel yang ia alami hanya luka. Orang yang dia tembak kan mati, jadi harus diungkap," tegasnya.

Begini Suasana Klinik Dokter Timnas Indonesia Saat Laga Final Sepak Bola SEA Games 2019

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, dalam hitungan hari.

Hal ini disampaikan Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) pagi.

Jokowi ingin Idham Azis segera mengumumkan siapa penyerang penyidik senior KPK itu ke publik.

 Tak Dipilih Jadi Juru Bicara Khusus Gerindra, Fadli Zon: Saya Jubir Rakyat, Mereka Memuji Kekuasaan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved