Novel Baswedan Diteror

Neta S Pane Bilang 90 Persen Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap, Katanya Ini Cuma Perkara Kecil

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi, 90 persen kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, sulit t

Neta S Pane Bilang 90 Persen Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap, Katanya Ini Cuma Perkara Kecil
Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane 

Iqbal melanjutkan, Kapolri sudah menunjuk Kabareskrim baru yang segera dilantik minggu depan. Termasuk, tim teknis juga ‎terus bekerja maksimal demi mengungkap kasus ini.

"Dulu kita sudah dapat petunjuk yang signifikan tentang alat bukti terungkapnya kasus ini."

"Mohon maaf tidak bisa disampaikan di ruang publik," kata jenderal bintang dua itu.

 Megawati: Di Timur Tengah Perangi ISIS, di Sini Malah Ada yang Mau Ganti Pancasila dengan Khilafah

Kembali Iqbal menegaskan, pengungkapan kasus Novel Baswedan hanya masalah waktu.

Dia meyakini Polri bisa mengungkap kasus ini hingga tuntas, termasuk apa motifnya.

"Ini masalah waktu, tidak akan lama lagi. Kami sangat optimis segera menyelesaikan kasus ini. Mohon doa tim teknis segera merampungkan," tambahnya.

 Ditanya Siswa SMK kenapa Koruptor di Indonesia Tak Dihukum Mati, Jokowi Jawab Begini

Lantas, apakah ada pesan dari Jokowi untuk Kapolri dalam mengungkap teror yang mengakibatkan mata Novel Baswedan harus dioperasi?

"‎Pak Kapolri segera ungkap kasus ini (Novel Baswedan)," ucap Iqbal menyampaikan pesan kepala negara kepada Idham Azis.

Dicecar apakah Jokowi kembali memberikan tenggat waktu bagi Polri mengungkap kasus yang sudah lebih dari dua tahun tidak terungkap itu?

 Sukses Bawa Indonesia ke Final SEA Games 2019, Indra Sjafri Terpilih Jadi Anggota Komite Teknik AFC

"‎Enggak ada (tenggat waktu) cuma minta segera," jelas jenderal bintang dua itu.

Mohammad Iqbal menegaskan, pihaknya tetap serius mengungkap kasus yang menimpa Novel Baswedan.

"‎Sejak peristiwa terjadi, kami sudah memeriksa 37 saksi. Sebanyak 144 toko kimia serta 38 titik CCTV kami periksa."

 Dikalahkan Tunggal Putri Malaysia, Ruselli Hartawan Gagal Sumbang Medali Emas untuk Merah Putih

"Bahkan CCTV diperiksa secara laboratorium forensik di Mabes Polri maupun di Australia."

"Itu adalah salah satu bukti kita sangat serius," tegas Iqbal.

Iqbal meminta publik bersabar. Menurutnya, tidak lama lagi tim teknis yang dibentuk Polri bakal segera mengungkap kasus ini dan merilisnya ke publik.

 Tak Hadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Bareng KPK, Jokowi: Masa Setiap Tahun Saya Terus

Terlebih, penyidik sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang sangat signifikan

"Ini masalah waktu, kami sangat optimistis untuk segera menyelesaikan kasus ini.Tidak akan memakan waktu lama lagi."

"Terhitung mulai saat saya menyampaikan informasi ini. Insyaallah kami akan sampai kan ke publik tentang pengungkapan kasus ini, tidak akan berbulan-bulan," janji Iqbal.

 Jokowi Tak Penuhi Undangan Peringatan Hari Anti Korupsi, Padahal Pimpinan KPK Berharap Dipeluk

Sebelumnya, Jokowi meyakini Polri mampu mengungkap kasus tersebut baik otak pelaku hingga motifnya.

"Insyaallah terungkap," kata Jokowi seusai meresmikan jalan tol JORT Ii ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019) silam.

Presiden Jokowi bahkan memberikan waktu Polri hingga awal Desember ini untuk mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.

 Kalahkan Ganda Campuran Malaysia, Praveen Jordan/Melati Daeva Sumbang Medali Emas untuk Indonesia

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Jokowi sudah sering ‎memberi penambahan waktu kepada Polri mengusut kasus Novel Baswedan.

Jokowi sempat memberikan waktu tambahan tiga bulan sejak Polri membentuk tim khusus pada Juli 2019.

 Jelang Penutupan SEA Games 2019, Indonesia dan Vietnam Bersaing Ketat Menjadi yang Kedua

Hingga ‎masa kerja tim khusus selesai pada 31 Oktober 2019, belum ada titik terang kasus Novel Baswedan.

Jangankan otak pelaku, orang lapangan yang menyiram air keras itu hingga kini masih berkeliaran. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved