Wagub DKI Jakarta
PKS: Menunda-nunda Pemilihan Wagub Menzalimi Masyarakat Jakarta
Sejak Sandiaga Uno memilih hengkang dari posisi DKI 2 pada Agustus 2018 silam, kursi yang ia tinggalkan hingga kini tak kunjung terisi.
KETUA Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin mengatakan, warga Ibu Kota dizalimi oleh pihak yang sengaja menunda-nunda proses pengisian kursi kosong Wakil Gubernur.
Sebab, penundaan ini berdampak pada kinerja Gubernur Anies Baswedan dalam menyelesaikan kompleksnya permasalahan Jakarta.
"Terzalimi kalau menunda-nunda pemilihan wagub. Menzalimi masyarakat Jakarta, karena akan mengganggu kinerja gubernur," ucap Arifin saat ditemui di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).
• Fahri Hamzah: Keliru Menganggap Ahok Sudah Tidak Punya Hak Apa-apa di Atas Bumi Republik Ini
Ada pun untuk kandidat wagub DKI, PKS masih mempertahankan dua nama yang sedari awal mereka usung, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
Tapi, dua nama ini bisa saja berubah, mengingat Partai Gerindra juga mengajukan empat nama baru ke PKS untuk disetujui.
DPP PKS yang punya kewenangan memutuskan, kini tengah mengkaji usulan Gerindra itu.
• Setelah Jadi ASN, Pegawai KPK Bisa Pindah ke Instansi Lain
Arifin masih menunggu bagaimana laporan hasil kajian tersebut.
"Sementara belum (tidak berubah). Kita tunggu perkembangannya karena ada masukan empat nama dari Gerindra. Itu sedang dipelajari oleh PKS," jelasnya.
"Ini kan usulan Ggerindra ke DPP PKS. Nanti DPP PKS akan menerima atau tidak itu sedang dikaji," tuturnya.
• Indonesia Bakal Jajakan Terapi Kerokan Hingga Mak Erot ke Wisatawan Asing
Sejak Sandiaga Uno memilih hengkang dari posisi DKI 2 pada Agustus 2018 silam, kursi yang ia tinggalkan hingga kini tak kunjung terisi.
Dua partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 masih belum satu suara soal sosok pengganti Sandiaga Uno.
Jika dihitung sampai sekarang, Gubernur Anies Baswedan sudah satu tahun tiga bulan sendirian mengurusi Jakarta.
• Kaget Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, Mahfud MD Puji Jokowi Tak Bisa Didikte
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengaku mendorong nama Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah, sebagai kandidat wakil gubernur tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
"Saya belum ngomong sama sekda loh. Padahal saya umpetin, karena kamu nanya saya buka," ungkap Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).
Gerindra memilih nama Saefullah karena melihat rekam jejaknya dan dianggap mumpuni.
• Kader PDIP Polisikan Novel Baswedan, Tuding Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa, Ia Curigai Hal Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/balai-kota-dki-jakarta.jpg)