Berita Bogor

Wilayah Gunung Putri Bogor Rawan Peredaran Narkoba, Polisi Ancam Pelaku Tembak Ditempat

Kepolisian Polsek Gunung Putri membenarkan, kalau kini wilayah Gunung Putri Bogor rawan peredaran narkoba.

Kompas.com
Ilustrasi - Kepolisian Polsek Gunung Putri membenarkan, kalau kini wilayah Gunung Putri Bogor rawan peredaran narkoba dan pelaku diancam tembak ditempat. 

"Kalau keterangan awal mereka memesan ekstasinya sebanyak 20 butir dan sekarang sisanya tinggal lima, dikasih dan ada sebagian dipakai dan ada sebagian di jual," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdya Irawan di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Kamis (24/10/2019).

2. Mendapat Narkoba dari Lapas

Ferdy juga menyampaikan, Ibnu Rahim mendapatkan barang haram itu dari jaringan lembaga pemasyarakat (Lapas) yang berada di wilayah Jakarta.

Narkotika jenis sabu dan ekstasi yang didapatnya dari Lapas itu sebagian dikonsumsi oleh Ibnu Rahim dan sebagian lagi diedarkan.

"Tersangka kita kenalan sebagai pengedar karena indikasinya barang yang dipesan dari Lapas tersebut dipecah menjadi paket kecil yang rencananya akan dijual kembali," ujar Ferdy.

3. Ibnu Diringkus dari Hasil Pengembangan

Terungkapnya pemain sinetron Madun yang menggunakan barang haram itu terbongkar berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka narkotika sebelumnya yang bernama Bayu Dewi Setiawan.

"Perkara ini diungkap berdasarkan pengembangan beberapa waktu yang lalu kasus narkoba di Tangsel, kemudian dikembangkan dan didapat dua tersangka ini," beber Ferdy.

4. Ibnu Rahim Melawan saat Diamankan

Kasatres Narkoba Polres Tangerang Selatan, Iptu Edy Suprayitno, menceritakan, Ibnu Rahim sempat melawan dan memberontak ketika akan diamankan oleh petugas.

Saat diringkus, pria yang memiliki rambut keriting itu panik sehingga melawan petugas dan membuang handphone-nya.

"Kita hampiri dia (Ibnu Rahim), dia merasa curiga terhadap kita, panik, sehingga melakukan perlawanan, dia sempat melempar alat komunikasi dia," kata Edy di Mapolresta Tangerang Selatan, Serpong, Kamis (24/10/2019).

Untuk meredam perlawanan Ibnu, petugas pun memuntahkan peluru ke udara sehingga keduanya berhenti untuk memberontak.

5. Menyesal dan Minta Maaf

Ibnu Rahim yang sudah mengenakan seragam oranye tahanan itu mengaku menyesal atas perbuatannya menggunakan dan mengedarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

"Saya merasa nyesal dengan kejadian ini, saya minta maaf untuk semuanya dan untuk keluarga atas kejadian ini saya minta maaf," kata Ibnu Rahim kepada wartawan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved