Kabar Tokoh

Hotman Paris Ingatkan Pemerintah Tolong Anak dengan Kelainan Tulang Langka

Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea yang akrab disapa Hotman Paris ingatkan pemerintah tolong anak dengan kelainan tulang langka.

Hotman Paris Ingatkan Pemerintah Tolong Anak dengan Kelainan Tulang Langka
instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris minta pemerintah obati putri Elsa yang mengalami kelainan tulang langka di Kopi Joni 

Dikutip dari Kompas.com, Kenaikan biaya iuran BPJS oleh Kementerian Keuangan menjadi polemik baru yang hangat diperbincangkan masyarakat.

Mengutip pemberitaan Kompas.com pada (28/8/2019), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menaikkan besaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) BPJS Kesehatan.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, aturan mengenai kenaikan besaran iuran bakal dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

HEBOH Makhluk Setengah Manusia Setengah Anjing Teror Kota-kota di AS dan Meninggalkan Korban

Peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000.

Kemudian untuk peserta JKN kelas II harus membayar iuran Rp 110.000 dari yang sebelumnya Rp 51.000.

Sementara, peserta kelas mandiri III dinaikkan Rp 16.500 dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42.000 per peserta.

HEBOH Video Nisan Kuburan Berasap lalu Keluarkan Api, Makam Gadis di Gowa Juga Berapi 3 Hari

Dr Ronald A Hukom MHSc SpPD-KHOM, seorang dokter spesialis hematologi dan onkologi, yang ditemui Kompas.com dalam acara "Tantangan dan Harapan: Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Kanker Payudara HER2-Positif di Indonesia", Kamis (29/8/2019) memandang persoalan tersebut dari segi kesehatan.

Menurut dia, selain berpikir untuk menaikkan angka iuran BPJS, seharusnya juga harus mencari alternatif untuk menekan angka pengeluaran biaya kesehatan nasional.

Banyak persoalan dalam instansi yang menurut Ronald harus dibereskan dengan tuntas selain menaikkan pembiayaan.

HEBOH Temuan Makhluk Misterius Bertubuh Separuh Kucing dan Kadal di Pantai, Hewan Apa Itu?

Sebab, kalaupun dilihat dari skala keseluruhan, belum bisa atau bahkan tidak bisa kenaikan harga tersebut dibandingkan dengan jaminan atau tanggungan BPJS yang ada.

"Lalu, apakah kenaikan kali ini bisa tetap begini atau akan ada kemungkinan naik kembali, ya akan ada kemungkinan naik kembali jika alternatifnya hanya perihal ekonomi, dalam skala BPJS menanggung semua jaminan kesehatan masyarakat ini, tetapi standar pelayanan sendiri tidak efektif dan efisien," kata Ronald.

Dia lantas menjelaskan bahwa banyaknya prosedur di pusat pelayanan kesehatan seperti mencoba membatasi tindakan yang harusnya dilakukan, padahal pelayanan ke masyarakat secara nyata dituntut berkualitas.

HEBOH Pria Gemar Memamerkan Alat Kelamin Depan Umum di Depok

Alhasil, tidak jarang dokter menjadi malas dengan betapa sistemisnya sistem birokrasi di pelayanan kesehatan.

Dokter yang berkompeten seolah dibatasi dalam memutuskan tindakan jika tidak sesuai dengan SOP BPJS.

Sebaliknya, tidak sedikit prosedur yang justru mempersulit keadaan bahkan menambah biaya pengeluaran pusat pelayanan kesehatan tersebut.

HEBOH Jenazah Wanita Hidup Lagi Seusai Disentuh Suaminya, Sudah 3 Hari Meninggal & Nyaris Dikremasi

"Ya benar, ada saja tindakan, misal yang tidak harus operasi, karena prosedur malah jadi disuruh operasi. Itu selain lebih tidak efektif juga tidak efisien, secara pengobatan juga secara keuangan," ujar Ronald.

Untuk mencari alternatif pembiayaan, selain pembenahan pelayanan kesehatan, Ronald berkata bahwa kita bisa mencontoh dari negara tetangga, seperti Singapura.

Di sana, ada yang namanya cost sharing. Dalam sistem ini, masyarakat akan berbagai pembayaran pengobatan bersama pemerintah.

HEBOH Rumah Pria Ini Banjir Darah, Apa yang Terjadi dan Siapa Pelakunya?

Jadi, jika ada peserta BPJS yang sakit, maka akan ada badan pengawas yang menelusuri berapa persen beban pengobatan yang bisa ditanggung pasien.

Sisa biaya pengobatan kemudian akan ditanggung pemerintah.

Peserta juga bisa menyiapkan asuransi kedua non pemerintah, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk dibantu dari dana asuransi kedua yang dimiliki.

KETIKA Kisah Cinta Bu Tien dan Soeharto Diungkap, Ternyata Mereka Menikah Tanpa Pacaran dan Sukses!

Manfaatnya, biaya pengobatan itu bisa diberlakukan tergantung dari kemampuan finansial orangnya.

Jadi, pemerintah tidak menanggung seluruhnya dan menyebabkan defisit keuangan.

Masyarakat juga akan termotivasi untuk terbiasa hidup sehat atau menghindari sakit agar tidak ikut serta menanggung biaya bertahan hidup dalam sakit yang diderita.

TERBONGKAR Soeharto Nyesal karena Abaikan Teguran Panglima ABRI, Isinya soal Bisnis Keluarga Cendana

FAKTA 3 Peristiwa Tak Biasa Menimpa Soeharto Jelang Bu Tien Wafat, Pandangannya pun Tampak Kosong

KISAH Soeharto Sebelum Wafat, Mimpi Aneh Diceritakan dengan Nada Serius tapi Endingnya Bikin Tertawa

"Menaikkan BPJS mah boleh saja, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah," kata Ronald..

Di negara Indonesia, kata Ronald, yang jadi masalah utama yakni pengawasan yang tidak benar.

Lalu, birokrat pemerintahan juga harus berpikir kreatif, sehingga lini di bawahnya akan membuat jalur atau standar prosedur yang terbaik untuk segala aspek terkait. (Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menyoal Kenaikan Iuran BPJS, Ini Kata Pelaku Pelayanan Kesehatan"

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved