Kesehatan

Atur Jarak Aman Kehamilan Setelah Persalinan Caesar Demi Kesehatan Kandungan

“Jarak (kehamilan) antara satu tahun hingga tiga tahun adalah jarak yang biasa dianjurkan oleh dokter,” kata Ivander.

Atur Jarak Aman Kehamilan Setelah Persalinan Caesar Demi Kesehatan Kandungan
Healthline
Ilustrasi perempuan hamil 

Persalinan caesar yang tidak menimbulkan rasa sakit saat proses melahirkan menjadi daya tarik perempuan untuk memilih metode melahirkan ini.

Saat kehamilan, ada kondisi-kondisi tertentu jabang bayi yang membuat perempuan sulit melahirkan lewat cara normal.

Misalnya, posisi bayi dalam keadaan sungsang atau kondisi lainnya sehingga dokter melakukan operasi caesar kepada ibu yang akan bersalin.

Namun ada risiko persalinan caesar untuk para ibu seperti operasi caesar  akan meninggalkan bekas jahitan dan menjadi pertimbangan untuk kehamilan berikutnya.

Cara Mengatasi Kram Kaki Selama Kehamilan, Jangan Lupa Ibu Hamil Harus Olahraga

Perluas Citarasa Lidah Anda, Ini 10 Negara yang Menyajikan Makanan Sehat Paling Top

Dr Ivander Utama SpoG dari RSIA Bunda Jakarta dan Morula IVF mengatakan, operasi caesar menjadi faktor penentu jarak kehamilan pada kehamilan berikutnya.

Faktor lainnya yakni dari teknik operasi caesarnya, kondisi ibu, dan penyembuhan bekas luka caesar di rahim.

“Secara umum, biasa dokter memberikan masukan yang berbeda-beda tergantung dari panduan klinis atau pun pengalaman empiris dari dokter yang bersangkutan,” kata  Ivander,  Jumat (15/11/2019).

Namun untuk jarak aman kehamilan dari ibu melahirkan secara cesar, kata Ivander, minimal satu tahun dari persalinan sebelumnya.

Kebutuhan Nutrisi Selama Kehamilan, Jaga Asupan Makanan Agar Bayi dan Ibu Hamil Sehat

Kenali Gejala Diabetes pada Anak, Hati-hati Jika Makan Lahap Tapi Berat Badan Turun

“Jarak (kehamilan) antara satu tahun hingga tiga tahun adalah jarak yang biasa dianjurkan oleh dokter,” kata Ivander.

Dr Ivander mengingatkan, sebelum merencanakan kehamilan penting melakukan persiapan prakehamilan untuk memastikan kesehatan kandungan.

“Selain itu, merencanakan kehamilan dengan baik serta kontrol pra-kehamilan (prekonsepsi) sangat penting dilakukan. Terutama untuk menilai pemulihan luka bekas sesar di rahim,” tutur Ivander. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved