Selasa, 5 Mei 2026

Novel Baswedan Diteror

Dipolisikan Politikus PDIP, Novel Baswedan: Siapa yang Mau Dia Hina?

PENYIDIK senior KPK Novel Baswedan tak ingin merespons lebih jauh terkait tudingan yang menimpa dirinya.

Tayang:
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

PENYIDIK senior KPK Novel Baswedan tak ingin merespons lebih jauh terkait tudingan yang menimpa dirinya.

Tudingan tersebut datang dari politikus PDIP Dewi Tanjung, yang menyebut kasus penyiraman air keras terhadapnya adalah rekayasa.

Novel Baswedan menganggap, omongan Dewi tidak penting, sehingga tidak harus dikomentari lebih jauh.

Tito Karnavian: Gaji Bupati Lima Tahun Rp 12 Miliar, yang Keluar Rp 30 Miliar, Rugi Enggak?

"Saya kira omongannya dia (Dewi Tanjung) enggak penting buat saya untuk saya respons lebih jauh," ujar Novel Baswedan, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Menurutnya, tuduhan yang menyebut penyiraman air keras terhadapnya adalah rekayasa, sama dengan menghina rumah sakit di mana ia pernah dirawat.

Selain itu, Novel Baswedan menganggap tuduhan Dewi tak disertai bukti-bukti yang kuat.

Satu Polisi Jadi Tersangka Penembakan Mahasiswa Kendari, Uji Balistik Jadi Dasarnya

"Saya enggak ngerti yang mau dihina oleh gitu siapa? Apakah dia ingin menghina lima rumah sakit besar?"

"Tiga rumah sakit besar di Indonesia dan dua di Singapura. Apa dia ngomongnya kepolisian investigasi?"

"Komnas HAM yang melakukan pemeriksaan? Apakah dia mau menghina para tokoh yang bertemu saya dan melihat keadaan saya?" Tanya Novel Baswedan.

Panglima TNI Berwenang Tunjuk Langsung Wakilnya, Tiga Kepala Staf Berpeluang Besar

Sebelumnya, Novel Baswedan buka suara terkait tudingan politikus PDIP Dewi Tanjung yang menyebut kasus penyiraman air keras terhadapnya adalah rekayasa.

Atas tudingan itu, Dewi melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya, karena dinilai kasus penyiraman air keras tersebut tak masuk akal.

Menanggapi hal itu, Novel Baswedan khawatir tudingan Dewi tersebut sekadar untuk mempermainkan polisi.

 Usulan Surya Paloh Jadi Calon Presiden 2024 Mencuat di Kongres Partai Nasdem

"Saya khawatir jangan-jangan dia ini sebenarnya tahu bahwa dia omongin itu enggak benar."

"Dan saya khawatir dia ini melaporkan ke polisi dalam rangka ngerjain polisi," kata Novel Baswedan, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Novel Baswedan pun tak mau menanggapi lebih jauh laporan Dewi ke Polda Metro Jaya.

 Rizieq Shihab Ingin Ikut Reuni 212 Jika Cekalnya Dicabut Pemerintah Arab Saudi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved