Kesehatan Mental
Mencintai Diri Sendiri Terlalu Berlebihan Bisa Bikin Depresi dan Sakit
“Kalau mencintai diri sendiri (berlebihan) kita akan rusak karena obsesi pada diri kita sendiri bukan keluar," kata Felicia Maukar.
Felicia Maukar mengatatakan, tanda pertama yang ditunjukkan oleh diri Anda ketika stres adalah pelupa.
“Gejalanya pelupa, gejalanya stres. Orang stres itu tiba-tiba gampang pelupa,” ucap Felicia Maukar.
Terkadang orang menganggap bahwa faktor usia sebagai alasan menjadi pelupa.
Padahal, ada faktor lain yang membuat Anda menjadi pelupa yakni tubuh mulai lelah terhadap rutinitas.
• Anak-anak Sukses Jadi Youtuber, Uya Kuya Minta Imbalan Karyawan yang Dipakai Anak
"Paling gampang, kok suka lupa ya apa udah tua, apa gue pikun, itu adalah gejala butuh liburan,” ucapnya lagi.
Kemudian tanda-tanda lainnya yang membuat Anda harus mengatur jadwal libur agar fresh kembali menjalankan aktivitas yakni sulit fokus.
“Suka nggak fokus, suka nggak nyambung, sulit tidur padahal capek tapi nggak bisa tidur, ya itu stres,” kata Felicia.
"Semua kehidupan ini kan stres tapi kan kita nggak bisa terlepas dari stres karena nggak stres nggak hidup. Kuncinya mengelola stres,” kata Felicia.
Seperti dikutip dari laman The Guardian, manusia tidak dirancang untuk menanggung stres berkepanjangan.
Stres bisa menyebabkan penuaan dini dan merusak kesehatan tubuh Anda.
• Tak Hanya Perumahan, Mobil Kancil Kota Bekasi Bakal Layani Kawasan Pendidikan dan Wisata
Apalagi, Anda hidup dalam masa-masa penuh tekanan. Lebih banyak orang mencari nafkah tanpa cuti, dan tak ada keamanan kerja jangka panjang.
Hidup hemat pun membuat batin menjerit yang mengakibatkan menghancurkan kesehatan mental.
Dampaknya, banyak orang dilanda gangguan kesehatan mental.
Kaum muda pun mencari bantuan untuk mengatasi kegelisahan dan anak-anak sekolah diajari mengelola tekanan dari media sosial untuk mencegah stres.
Menurut studi tahun 2018, sebanyak 75 persen orang Inggris mengalami tekanan sangat besar pada tahun sebelumnya.
Mereka merasa tidak mampu mengatasi masalah kesehatan mental.
Stres berkepanjangan dikaitkan dengan penyakit jantung, depresi, dan diabetes. (Apfia Tioconny Billy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/narsis1711.jpg)