Pendidikan
Siswa Ungkap Perasaan Segan dengan Warga Setiap Ikut Upacara Bendera karena Kerap Memicu Kemacetan
Mereka harus keluar sekolah terlebih dulu agar bisa mencapai lapangan sekolah yang jaraknya hampir 200 meter.
Penulis: Desy Selviany |
Kalangan siswa SMK 35 Jakarta kerap merasa tidak enak dengan warga karena membuat macet di setiap hari Senin saat mengikuti Upacara Bendera.
Mereka harus keluar sekolah terlebih dulu agar bisa mencapai lapangan sekolah yang jaraknya hampir 200 meter.
Hal itu diungkapkan Maulana Aditya Irwanto kelas XII SMK 35 Jakarta.
Kata Maulana, sudah sejak kelas X ia terbiasa berjalan keluar sekolah untuk beraktifitas di lapangan.
Ia dan teman-temannya harus berjalan di pinggiran jalan agar mencapai lapangan yang terpisah dengan sebuah bangunan Pusat Pengembangan Kompetensi Guru dan Kejuruan (P2KGK).
"Kadang kita suka gak enak sama warga karena ramai-ramai jalan ke lapangan, jadi suka bikin macet juga," kata Maulana ditemui Wartakotalive.com di sekolahnya Jumat (1/11/2019).
• Dirut RSUD Tarakan Bertekad Tambah Kapasitas Kelas III Jadi Antisipasi Meningkatnya Pasien Kelas III
Selain itu, Maulana merasa cukup direpotkan karena harus keluar sekolah untuk mencapai lapangan. Ia harus menaruh tas terlebih dahulu di kelas dan berjalan sejauh 200 meter untuk mencapai lapangan.
Belum lagi, ketika di jalan raya, siswa harus berebut jalan dengan pengendara lain. Pantauan Wartakotalive.com, di sepanjang Jalan Kerajinan, Taman Sari, Jakarta Barat memang tidak terdapat trotoar.
Jalan yang hanya muat dua mobil itu juga kerap dipenuhi dengan mobil parkir sembarang dan para pedagang di setiap sisinya.
Bukan hanya Maulana, siswa kelas XI SMK 35 Jakarta Alfito Rayhanda merasakan hal yang sama. Ia kerap bermacet-macetan saat mau menuju lapangan sekolah.
"Ia suka macet, kalau hari senin, jadi ke lapangan aja bisa sampai 10 menit," kata Alfito.
• Perjuangan Alfin Lestaluhu Melawan Penyakit dan Kenangan Permainan Cantiknya di Lapangan Hijau
Maulana dan Alfito berharap dibuatkan pintu penghubung antara Pusat Pengembangan Kompetensi Guru dan Kejuruan (P2KGK) dan sekolahnya.
Dengan begitu, mereka tidak perlu keluar sekolah untuk mencapai lapangan.
Diberitakan Wartakotalive.com, sebelumnya pihak P2KGK mengaku sudah bermediasi dengan pihak SMK 35 Jakarta. Rencananya mereka akan membuat pintu kecil di samping sekolah.
"Itu sudah dikomunikasikan 2 hari lalu, kita sudah sepakat membuka jalan tetapi dengan satu syarat," kata Badariah saat ditemui di kantornya.