Pelayanan Kesehatan

Dirut RSUD Tarakan Bertekad Tambah Kapasitas Kelas III Jadi Antisipasi Meningkatnya Pasien Kelas III

Mereka yang memilih kelas I justru ingin memilik kelas III. Sehingga, akan berdampak pada peningkatan pasien kelas III.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah pasien BPJS nampak mengantri di loket pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan Jakarta. Jumat (1/11/2019) 

Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diyakini, imbasnya dirasakan beberapa kalangan masyarakat.

Banyak yang lebih memilih menurunkan kelasnya, dari pada membayar iuran yang lebih mahal.

Mereka yang memilih kelas I justru ingin turun kelas III.

Sehingga, akan berdampak pada peningkatan pasien kelas III pengguna BPJS di sejumlah rumah sakit.

Atas antisipasi peningkatan itu, Dirut RSUD Tarakan, Dian Ekowati mengatakan jika ruangan pasien kelas III penguna BPJS di tarakan lebih banyak dibandingkan kelas I.

"Jadi untuk di RSUD Tarakan itu untuk kelas III jauh lebih banyak. Bisa 3 kali lipay dibandingkan dengan kelas I maupun kelas II," kata Dian, Jumat (1/11/2019).

Fakhri Husaini Tak Menyangka Penyakit yang Diidap Alfin Lestaluhu Jadi Teguran ke Manajemen Timnas

Meski nantinya ada peningkatan, ia mengaku tak khawatir sebab, sejauh ini jumlah ruangan kelas III sekitar 150 tempat itu dapat menampung pasien secara maksimal. Bahkan jauh ini belum ada lonjakan pasien penguna kelas III.

Selain itu, pihaknya tetap akan melayani para penguna BPJS meskipun mereka memilih untuk menurunkan kelasnya. Ia tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

"Jadi kita tidak khawatir dan akan tetap melayani semaksimal mungkin," ujarnya.

Peningkatkan Layanan

Mulai tahun depan Pemerintah menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kenaikan ini dilakukan sebagi bentuk menutupi defisit yang di alamai BPJS Kesehatan.

Namun, atas kenaikan ini menuai berbagai respon dari masyarakat banyak, di antaranya mereka yang mengeluhkan akan adanya tarif iuran BPJS ini, tapi adapula yang tak mempermasalahkan kenaikan itu.

Seperti yang dialami oleh Suyatno (50) warga Cideng, Jakarta Pusat.

Dirinya merupakan warga yang ikut dalam program pemerintah tersebut.

Anies Baswedan Menilai Kesalahan Sistem e-Budgeting Warisan Gubernur Ahok karena Tidak Smart System

Atas kenaikan ini, ia sebenarnya cukup kecewa karena kenaikan cukup tinggi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved