Minggu, 10 Mei 2026

PSSI

Perjuangan Alfin Lestaluhu Melawan Penyakit dan Kenangan Permainan Cantiknya di Lapangan Hijau

Usai sudah, perjuangan sayap garuda muda Indonesia Alfin Lestaluhu dalam menghadapi sakit yang dideritanya, sejak September lalu.

Tayang:
DOK PSSI
Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Maluku, Sopyan Lestaluhu, menjenguk pemain Timnas U-16, Alfin Lestaluhu, yang dirawat di RST Ambon, 2 Oktober 2019. 

Mantan penggawa Timnas U-16 Indonesia itu meninggal dunia karena mengalami Encephalitis dengan hypoalbumin.

Encephalitis adalah kondisi di mana otak mengalami pembengkakan karena infeksi atau karena gangguan sistem imun dan infeksi bisa disebabkan karena bakteri atau virus.

Anies Baswedan Menilai Kesalahan Sistem e-Budgeting Warisan Gubernur Ahok karena Tidak Smart System

Sementara itu, hypoalbumin adalah kondisi medis di mana level albumin, yang merupakan protein utama dalam darah yang diproduksi liver, terlalu rendah sehingga bisa memicu pembengkakan.

Alfin Lestaluhu menghembuskan napas terakhir pada Kamis (31/10/2019) pukul 22.11 WIB.

Fakhri Husaini menilai meninggalnya Alfin Lestaluhu menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Indonesia.

Sebab, Alfin Lestahulu mempunyai kemampuan dan potensi besar dalam bermain bola di lapangan.

Peran besarnya sudah terbukti pada saat memperkuat Timnas U-16 Indonesia berlaga di beberapa ajang bergengsi internasional.

"Ini tentu kita sangat kehilangan salah satu aset masa depan sepak bola Indonesia, Alfin. Kita sudah lihat sama-sama bagaimana dia main ketika bersama Timnas U-16," kata Fakhri saat ditemui di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (1/11/2019).

Sejumlah Fakta Penanganan Perbedaan Pendapat Era Menko Mahfud MD Lebih Humanis Dibanding Era Wiranto

Pelatih berusia 54 tahun itu turut merasakan kesedihan dan menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

"Tentu saya sangat terkejut sekaligus sedih. Tentu saya mewakili keluarga besar U-19 mengucapkan turut berduka yang sangat mendalam," paparnya.

Fakhri Husaini tak mengira pemain jebolan SKO Ragunan tersebut meninggal dunia karena memiliki penyakit.

Lambat laun Fakhri mulai mengetahui penyakit yang diidap Alfin Lestaluhu.

"Tadinya, saya berpikir dia sakit karena gempa."

"Ternyata ada penyebab lain."

"Menurut saya, seyogyanya jika di awal ada pemeriksaan medis, pengobatan bisa cepat yah.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved