Ekspedisi Citorek Negeri di Atas Awan
Dari Kebun Teh di Cikuya, Teh Oolong Akhirnya Mendunia
Perkebunan teh yang memiliki varietas ini cuma ada tiga. Pertama, ada di Bengkulu dengan luas mencapai 200 hektare.
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: AchmadSubechi
Yang membanggakan, teh oolong Banten Tea pernah menyabet juara satu dalam kejuaraan teh dunia di Texas, Amerika Serikat, pada 2015 untuk kategori oolong light.
Lalu, juara kedua untuk kategori dark oolong. Pengunjung dapat merasakan kenikmatan langsung teh oolong dan teh lainnya di sebuah kedai yang ada di area perkebunan.
Harganya cukup terjangkau, Rp 5000 untuk gelas kecil dan porsi gelas besar dibanderol Rp 8.000.
Produk teh unggulan itu juga bisa dibeli buat disedu di rumah atau sebagai buah tangan selepas berwisata di Hegarmanah.
***
JARO Asep menyebutkan, keberadaan kebun teh tersebut berdampak cukup besar dari sisi sosial maupun ekonomi di kawasan Hegarmanah.
Ia menyebut, selain tenaga ahli, sebanyak 70 persen pekerjanya merupakan warga Desa Hegermanah. Sedangkan 30 persen dari desa-desa di sekitar.
Selain memproduksi teh, kawasan perkebunan juga masuk dalam paket dewa wisata terpadu Hegarmanah. Untuk urusan pariwisata, pengelolaan dilakukan Badan Usaha Milik Desa.
"Wisata kebun teh ini masuk dalam paket dengan Lebak Damar, Goa, Curug Ciporolak, arung jeram dan masih banyak lagi. Sekarang sedang dalam tahap integrasi," ujarnya.
Dalam pengembangan wisata terpadu, Jaro Asep melibatkan pemuda setempat untuk aktif dalam pengelolaan kawasan wisata.
"Banyak pemuda kita berdayakan di situ. Untuk dampaknya sudah kelihatan sekali. Sejak 2016 anak-anak sini bisa lanjutkan jenjang sekolah lebih tinggi karena saya bilang, kalau mau kerja di sini harus sekolah. Sebelu.nya kebanyakan hanya lulus SD dan SMP saja," imbuhnya.
Jaro Asep menyebut, kunjungan wisata ke kawasan itu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Ia mengatakan, "kita catat supaya kita tahu progressnya. Buat evaluasi." Hanya saja, meski menawarkan banyak tempat wisata, di Hegarmanah belum tersedia fasilitas penginapan untuk pengunjung.
Jaro Asep mengaku memikirkan serius masalah itu, sebab, banyak pengunjung dari jauh yang kerap mengeluhkan sulitnya mencari tempat menginap.
"Harapan saya sih ada yang investasi di sini. Pengunjung yang datang keluhannya susah menginap. Saat ini opsinya menginap di rumah masyarakat. Soal tarif dan sebagainya silahkan bicarakan dengan pemilik rumah. Atau juga bisa camping di Lebak Damar," tandasnya. (Feryanto Hadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perkebunan-teh-cikuya.jpg)