Ekspedisi Citorek Negeri di Atas Awan
Dari Kebun Teh di Cikuya, Teh Oolong Akhirnya Mendunia
Perkebunan teh yang memiliki varietas ini cuma ada tiga. Pertama, ada di Bengkulu dengan luas mencapai 200 hektare.
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: AchmadSubechi
PERJALANAN hari kedua Tim Ekspedisi Citorek Negeri di Atas Awan (Warta Kota Production), bergerak menuju perkebunan teh Cikuya. Jaraknya tak begitu jauh dari Warung Banten. Obyek wisata yang satu ini sangat indah. Perkebunan tehnya tertata rapi. Berikut hasil liputan kami:
KAWASAN Kabupaten Lebak bagian selatan menyimpan eksotisme alam yang sangat luar biasa.
Di Kecamatan Cibeber, sebagian wilayahnya masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Berbagai suguhan alam menarik tersedia di kecamatan itu. Di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, Cibeber, yang berjarak sekitar 120 km dari pusat Kota Rangkasbitung, kita dapat menemukan area perkebunan teh milik PT Harendong Green Farm.
Hamparan dedaunan hijau terlihat segar dalam tatapan. Menurut penuturan warga setempat, nama Harendong, diambil dari nama tanaman yang banyak tumbuh di sekitar perkebunan.
Berfoto dengan latar belakang rimbunnya pepohonan teh dan pegunungan jadi hal yang tidak boleh dilewatkan di sini.
Belum lagi udara yang sejuk dan hangatnya sinar mentari pagi. Memandang jauh, hamparan tanaman teh tampak bagai karpet hijau yang tertata rapi.
Kita bisa berpindah-pindah ke berbagai spot untuk mendapatkan view terbaik.
Hanya saja, pengunjung tidak diperkenankan masuk ke area perkebunan. Sebab, tanaman teh di sana sensitif.
Perusahaan menjaga dengan baik kualitas pucuk teh dengan cara memagari area pepohonan.
Sementara, pengunjung hanya di perkenankan berada di area luar pagar. Alasannya, teh-teh itu takut tercemar parfum yang dipakai pengunjung.
Kepala Desa Hegarmanah, Asep Mulyana atau Jaro Asep bercerita bahwa kebun teh seluas 37 hektar milik PT Harendong Green Farm itu mulai ada semenjak tahun 2006.
Saat itu, pemilik teh awalnya hanya melakukan pengujian penanaman teh organik pada ketinggian sekitar 800 meter. Ternyata, ujicoba itu sukses.
Menurut Jaro Asep yang juga pengelola perkebunan teh itu, saat ini lahan produksi yang digunakan sekitar 31 hektar, dari total luas perizinan lahan 113 hektar.
"Kita memang terkendala dengan proses perluasan. Artinya, bibit kita belum siap. Kita harus siapkan bibit yang maksimal," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perkebunan-teh-cikuya.jpg)