Senin, 27 April 2026

Ekspedisi Citorek Negeri di Atas Awan

Dari Kebun Teh di Cikuya, Teh Oolong Akhirnya Mendunia

Perkebunan teh yang memiliki varietas ini cuma ada tiga. Pertama, ada di Bengkulu dengan luas mencapai 200 hektare.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: AchmadSubechi
Warta Kota
Berkunjung ke perkebunan teh Cikuya, sangat menyenangkan. Perkebunan itu tertata rapi dan terawat dengan baik. (Foto: Angga Bhagya Nugraha) 

***

DUA tahun awal, 2010–2012, Harendong Green Farms hanya memproduksi teh oolong.
Mulai 2013, menyusul produk teh hijau, putih, dan hitam.

Teh-teh tersebut dilabeli merek Banten Tea. Teh pertama kali dikenal di negara ini pada 1686, yakni ketika warga kebangsaan Belanda, Dr. Andreas Cleyer membawa tanaman tersebut ke Indonesia sebagai tanaman hias.

Pada 1782 Pemerintah Belanda mulai membudidayakan tanaman teh utamanya di Pulau Jawa dengan mendatangkan biji-biji teh dari China.

Obyek wisata perkebunan teh Cikuya mulai digemari pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah.
Obyek wisata perkebunan teh Cikuya mulai digemari pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah. (Warta Kota)

Semenjak itu, dimulailah kebiasaan untuk minum teh. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil teh terbesar ketujuh, berdasarkan penelitian yang dirilis USA Tea Associaton.

Peringkat pertama ditempati China, kemudian India, Kenya, Sri Lanka, Turki, Vietnam.
Produk teh kebun Cikuya ini memiliki perbedaan dibanding produk teh lokal lainnya.

Kualitas cukup bagus dan diklaim punya manfaat yang lebih baik. Pabrik yang ada, sanggup memproduksi 14 ton teh per tahun.

Sebanyak 80 persen hingga 85 persen untuk pasar ekspor semisal ke di Jerman, Amerika, Jepang, Prancis.

Pendi, seorang karyawan di bagian quality control mengungkapkan, bibit teh yang ada kini diimpor langsung dari Taiwan, dengan jenis Camellia sinensis. 

Perusahaan memilih teh asli China itu karena pesaingnya di Indonesia tidak banyak.

Dari seluruh perkebunan teh secara nasional, luas lahan yang berisi Camellia sinensis hanya 10 persen.

Menurut Pendi, di Indonesia, perkebunan teh yang memiliki varietas ini cuma ada tiga. Pertama, ada di Bengkulu dengan luas mencapai 200 hektare.

Kedua, di daerah Leuwiliang, Bogor. Ketiga, milik Harendong Green Farms di Cikuya.

"Keunggulannya, ini termasuk teh herbal. Kita gunakan pupuk organik. Kita tidak gunakan pestisida," ungkapnya.

Pucuk daun varietas ini menghasilkan teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved