Jumat, 24 April 2026

Dollar AS Terus Menguat, Bisa Perparah Kondisi Ekonomi Global?

Ada satu hal yang bisa jadi penghalang berulangnya sejarah tersebut, yaitu menguatnya dollar AS terhadap mata uang negara-negara di dunia.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---- Perekonomian dunia tumbuh melambat.

Di masal lalu, ketika dunia mengalami resesi, negara-negara berkembang yang perekonomiannya tumbuh dengan cepatlah yang telah membantu menyelamatnya dunia.

Namun, ada satu hal yang bisa jadi penghalang berulangnya sejarah tersebut, yaitu menguatnya dollar AS terhadap mata uang negara-negara di dunia.

Fenomena tersebut biasa disebut dengan strong dollar.

Ini yang Menjadi Penghambat Program 1 Juta Rumah

Seperti dikutip Kompas.com dari CNN, ketika petumbuhan ekonomi global melambat, dan ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pertanda melemah, investor akan mencari tempat agar uang yang mereka miliki bisa tetap tumbuh.

Pasar negara berkembang, seperti Korea Selatan, Brasil atau India, juga Indonesia memang menjadi negara yang berisio untuk berinvestasi.

Akan tetapi kerap kali menawarkan imbal hasil yang lebih menarik jika dibandingkan dengan negara maju seperti Jerman atau Amerika Serikat.

Perekonomian negara-negara tersebut kerap kali didorong oleh ekspor dan sangat bergantung pada pergerakan harga komoditas dunia.

Ketika resesi diikuti dengan krisis keuangan, China menjadi negara yang diuntungkan oleh kondisi perekonomian global tersebut.

Ekonomi Dunia Melemah, Ini Penjelasan BEI dan OJK soal Proyeksi Pertumbunan Pasar Modal Tahun Depan

Negeri Tirai Bambu itu bisa tumbuh hingga mendekati sembilan persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat.

"Tanpa China, pertumbuhan ekonomi global bisa negatif di 2009," kata ekonom Bank of America David hauner dalam keterangan tertulis.

Namun, kondisi perekonomian dunia telah berubah dalam satu dekade terakhir.

China kemungkinan tidak lagi sekuat dulu.

Ekonomi negara tersebut juga melambat.

Negara Tetangga Cemburu dengan Pasar Modal Indonesia, Berikut Penjelasan OJK

Akan sulit bagi negara berkembang untuk membantu menghindari resesi global selama dollar AS terus kuat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved