Dollar AS Terus Menguat, Bisa Perparah Kondisi Ekonomi Global?
Ada satu hal yang bisa jadi penghalang berulangnya sejarah tersebut, yaitu menguatnya dollar AS terhadap mata uang negara-negara di dunia.
Mulai dari Presiden Donald Trump hingga kandidat presiden dari Partai Demokrat Elizabeth Warren menilai kuatnya dollar membuat barang-barang AS kurang kompetitif di pasar global.
Sebenarnya, jika dilihat dari ICE US Dollar Index yang kerap menjadi acuan, jika dibandingkan dengan enam negara lain, dollar AS sebenarnya hanya naik 1,6 persen tahun ini.
Tetapi jika dibandingkan secara spesifik per mata uang, menunjukkan gambaran yang berbeda.
Dollar menguat 1,9 persen terhadap rupee India, 4,1 persen terhadap real Brasil, dan 5,5 persen terhadap won Korea Selatan sejak awal tahun.
Melemahnya mata uang negara berkembang tersebut sebagian besar karena perang dagang.
"Yang memperburuk masalah, utang negara-negara tersebut sebagian besar dalam bentuk dollar AS. sementara dalam transaksi ekonomi, sebagian besar dari mereka membayar dalam euro," kata Hauner.
Jadi negara-negara tersebut juga secara unik terpapar dengan pergerakan nilai tukar euro-dollar.
Tahun ini, mata uang Eropa bersama telah jatuh 3,2 persen terhadap greenback.
• China Mengeluarkan Aturan soal Mata Uang Digital
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Fenomena Strong Dollar Bisa Perparah Kondisi Ekonomi Global, Mengapa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kurs-rupiah-terhadap-dollar-as__7777.jpg)