Bisnis
Menang di The Asia Entrepreneurship Training Program, Startup Granada Wakili Indonesia ke Swiss
Berdasarkan kebutuhan dan permintaan para konsumen, Granada merambah ke pembiayaan sewa dengan GraSewa dan renovasi dengan GraRenov.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Granada, perusahaan peer to peer lending khusus properti, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang tekfin yang memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP).
Ajang tersebut diadakan Pemerintah Swiss. Dari 250 startup yang berpartisipasi, terpilih 20 finalis yang berhak mengikuti babak berikutnya.
Finalis diseleksi lagi sehingga ditetapkan empat pemenang yang akan diberangkatkan ke Swiss medio Desember 2019 untuk bertemu calon investor atau mitra dalam program business matching.
Angela Oetama, co-founder Gradana, mengatakan, ajang itu adalah validasi atas kehadiran Gradana sebagai platform yang menjembatani masalah kebutuhan pembiayaan properti yang selama ini sering dihadapi masyarakat Indonesia bagi para peminjam dan alternatif investasi properti para pendana.
"Awalnya kami hanya melayani pembiayaan pembelian rumah," kata Angela Oetama dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (24/10/2019).
Berdasarkan kebutuhan dan permintaan para konsumen, Granada merambah ke pembiayaan sewa dengan GraSewa dan renovasi dengan GraRenov.
• Sudah Berjalan 9 Bulan, Kenapa Sektor Properti Masih Lesu?
• Bisnis Properti dengan Harga Dibawah Rp 1 Miliar Masih Bisa Bertahan dan Menarik
Terbaru, Granada juga mengenalkan GraStrata untuk kebutuhan pembiayaan pembelian rumah second.
Diversifikasi usaha adalah respon Granada terhadap berbagai kebutuhan pasar yang bermacam-macam terkait properti, dimana biaya sewa dan renovasi cukup tinggi dari segi nominal.
"Faktor lain adanya diversifikasi usaha itu sebagai kebutuhan dan permintaan property secondary yang sudah siap untuk langsung digunakan dan dihuni serta secara harga biasanya lebih murah dari yang baru," jelas Angela Oetama.
Ajang The Asia Entrepreneurship Training Program hadir di Indonesia sebagai program yang diinisiasi oleh Zurcher Hochschule fur Angewandte Wissenschaften (Zurich University of Applied Sciences) dan Eidgenossische Technische Hochschule Zurich (Swiss Federal Institute of Technology in Zurich).
Tujuan diselenggarakannya ajang ini untuk mendapatkan startup-startup potensial dari kedua negara untuk dipertemukan dengan para venture capital dan stakeholders.
• Asuransi Umum Masih Bertumpu pada Kendaraan Bermotor dan Properti
• Bagaimana Prospek Bisnis Properti Tahun Depan?
"Menjadi pemenang ajang seperti ini patut disyukuri. Sebagai startup, kami ingin terus tumbuh dan berkembang, baik dari sisi pasar maupun dari teknologi," kata Angela Oetama.
Dipertemukannya nanti di Swiss bersama calon-calon investor, Angela Oetama berharap, Gradana akan mendapatkan 'cheaper cost of fund' untuk bisa melayani konsumen Indonesia lebih luas lagi dan rate yang semakin terjangkau.
Angela Oetama mengungkapkan, potensi pasar di Indonesia masih sangat luas dan terbuka.
Melebarkan Sayap ke Samarinda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/angela-oetama-ol.jpg)