Minggu, 12 April 2026

Asuransi Umum Masih Bertumpu pada Kendaraan Bermotor dan Properti

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi pertumbuhan premi tahun ini akan berada di kisaran 10 persen-14 persen.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi pertumbuhan premi tahun ini akan berada di kisaran 10 persen-14 persen.

Hingga Juni 2019, pendapatan premi asuransi umum sudah mencapai Rp 39,95 triliun.

Nilai ini tumbuh 20,6 persen secara tahunan atau year on year dari Rp 33,13 triliun pada Juni 2018.

Pertumbuhan ini ditopang oleh asuransi kredit mencapai Rp 5,75 triliun, tumbuh 93,9 persen yoy dari Rp 2,9 triliun.

Sudah Disahkan, Nasib Ponsel Ilegal atau Black Market Masih Diberi Waktu Hingga April 2020

Chief Executive Officer (CEO) Adira Insurance, Julian Noor, sekaligus Ketua Bidang SDM dan Literasi AAUI, mengatakan, asuransi kredit tidak dinikmati oleh semua pemain asuransi.

“Kedua lini bisnis ini tidak terlalu memiliki keberlangsungan yang tinggi lantaran memiliki loss ratio yang tinggi juga," kata Julian.

Julian mengatakan, kalau terlalu besar maka akan jadi on off.

"Harusnya melihat asuransi umum itu dari dua parameter yaitu kendaraan bermotor dan properti. Sayangnya kendaraan bermotor sedang stagnan,” kata Julian baru-baru ini.

Blokir IMEI Disahkan, Nomor IMEI Bisa Dibaca SIBINA: Bagaimana Keamanan Datanya?

Per semester I-2019, klaim bruto lini bisnis asuransi kredit naik dari Rp 1,73 triliun menjadi Rp 3,5 triliun atau naik 101,7 persen.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil nasional sebesar 10 persen menjadi 1 juta unit di 2019 dari target yang telah ditetapkan pada awal tahun sebesar 1,1 juta unit.

Sedangkan Direktur Eksekutif AAUI, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, mengatakan, walaupun penjualan kendaraan bermotor turun tidak akan berdampak pada asuransi umum.

Lantaran sejauh ini, jalur distribusi lini asuransi kendaraan bermotor adalah melalui pembiayaan dan langsung ke tertanggung baik individual maupun perusahaan.

Ini Cara Memperbaiki Mood Agar Anda Bisa Bergairah Melakukan Aktivitas

“Kalaupun data penjualan kendaraan menurun dari manufaktur, namun untuk yang melalui pembiayaan pasti akan tetap diminta ada cover asuransi," kata Dody.

Dengan demikian, bisa saja diasumsikan aktifitas pembiayaan kendaraan bermotor tidak turun.

"Bisa juga literasi terhadap masyarakat pemilik kendaraan meningkat sehingga tetap membeli asuransi,” kata Dody.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved