Breaking News:

TransJakarta, MRT, dan LRT Menuju Integrasi Transportasi Jak Lingko

Jakarta kini telah memiliki transportasi umum yang terintegrasi, aman, dan nyaman. Hal ini yang membuat Jakarta sejajar dengan kota-kota besar di duni

TransJakarta, MRT, dan LRT Menuju Integrasi Transportasi Jak Lingko - transjakartalkijo5i4iow56.jpg
Transjakarta
.
TransJakarta, MRT, dan LRT Menuju Integrasi Transportasi Jak Lingko - mrt3894t9rehfgiudfifhg.jpg
MRT
.
TransJakarta, MRT, dan LRT Menuju Integrasi Transportasi Jak Lingko - lrt90348u9igfojdfghkdfjhgkdf.jpg
LRT
.

Sejak 11 Juni 2019, LRT Jakarta diuji coba secara gratis melewati enam stasiun, yaitu Pegangsaan Dua, Pulomas, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Equestrian, serta Velodrome. Sejak 11 Juni - 13 Oktober 2019, LRT Jakarta telah melayani 798.000 penumpang. LRT Jakarta beroperasi pukul 06.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-23.00 WIB pada Sabtu-Minggu.

Keberadaan tiga moda transportasi publik itu, yakni Transjakarta, MRT, dan LRT, kemudian disusul dengan pembangunan sistem transportasinya oleh Pemprov DKI bernama Jak Lingko.

Selain itu sistem Jak Lingko juga mengintegrasikan prasarana dengan PT. KCI dan Railink yang dimiliki PT KAI. Contoh integrasi ini dapat dilihat di kawanan Dukuh Atas, di mana empat moda transportasi umum terkoneksi secara nyaman melalui pedestrianisasi Jalan Kendal dan trotoar yang lebar.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 10.047 armada kecil, sedang, serta besar terintegrasi Jak Lingko dan akan segera diremajakan tahun depan. "Untuk implementasi pembatasan usia kendaraan angkutan umum sepuluh tahun akan direalisasikan maksimal pada 2020," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo,

Kartu Jak Lingko seharga Rp 30.000 yang bersaldo Rp 10.000 dapat diisi ulang melalui ATM Bank DKI dan BNI. Dengan kemudahan itu, target penumpang angkutan umum di Jakarta mencapai 260 juta orang pada 2019, bertambah dari 145 juta penumpang pada 2017 dan 190 juta orang pada 2018. Di samping mengurangi polusi udara dengan berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, kemacetan juga berkurang dari nomor empat menjadi ketujuh di dunia.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan pemasangan informasi transportasi publik ini merupakan kolaborasi yang serius antara Pemprov DKI Jakarta dengan warga dalam mewujudkan konsep City 4.0 di Ibu Kota.

Perluasan sistem ganjil genap dari sembilan menjadi 25 ruas jalan yang dimulai pada 9 September 2019, juga mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Jajak pendapat harian Kompas yang diterbitkan pada 6 Oktober 2019 mengungkapkan, 42% responden memilih naik angkutan umum dengan menggunakan bus TransJakarta, MRT, atau kereta Commuterline. Evaluasi Pemprov DKI pada masa uji coba perluasan ganjil genap dari 12 Agustus 2019 hingga 6 September 2019, volume kendaraan memang menurun 25,24%. Dengan berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, kemacetan pun berkurang dari nomor empat menjadi ketujuh di dunia, selain mengurangi polusi udara. (ADV)

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved