Gara-gara Pesan Internal Terkuak, Bakal Ada Persoalan Baru Kasus Boeing 737 MAX?
Seorang pilot senior Boeing Co mengatakan ia mungkin telah secara tidak sengaja menyesatkan para regulator.
Forkner tidak lagi dipekerjakan oleh Boeing.
The Seattle Times melaporkan seperti dikutip Kontan, pada bulan September bahwa dia berulang kali meminta hak Amandemen Kelima untuk tidak menyerahkan dokumen yang diminta oleh Departemen Kehakiman.
FAA menegaskan bahwa pihaknya “Mengikuti proses menyeluruh untuk mengembalikan Boeing 737 MAX ke layanan penumpang, bukan berdasarkan jadwal yang ditentukan. FAA akan mencabut pengandangan hanya setelah kami menentukan bahwa pesawat itu aman."
• Mengapa Investor Asing Masih Senang dengan Surat Berharga Negara?
Boeing telah merevisi perangkat lunak 737 MAX sebagai bagian dari upayanya untuk memenangkan persetujuan baru agar pesawat yang laris itu dapat terbang lagi.
Southwest Airlines Co, operator 737 MAX terbesar di dunia, mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak mengetahui pesan-pesan itu tetapi terus bekerja dengan FAA dan Boeing untuk mengembalikan pesawat ke layanan dengan aman.
Serikat pilot Southwest telah mengajukan gugatan terhadap Boeing karena kehilangan upah selama grounding.
"Dokumen tersebut merupakan lebih banyak bukti bahwa Boeing menyesatkan pilot, regulator pemerintah dan pakar penerbangan lainnya tentang keamanan 737 MAX," ungkap serikat pilot Southwest seperti dikutip Reuters seperti dilansir Kontan.
• Hingga Oktober IHSG Turun 3 Persen, Saham-saham Ini yang Bisa Menahan Penurunan Indeks
“Sebagai pilot, kami harus dapat mempercayai Boeing untuk secara jujur mengungkapkan informasi yang kami butuhkan untuk mengoperasikan pesawat kami dengan aman. Dalam kasus 737 MAX, itu sama sekali tidak terjadi, ”kata Presiden Asosiasi Pilot Southwest Airlines, Jon Weaks.
FAA memerintahkan CEO Boeing Dennis Muilenburg untuk memberikan penjelasan segera atas keterlambatan dalam menyerahkan dokumen penting, yang ditemukan Boeing beberapa bulan lalu.
Seorang sumber Reuters mengatakan yang dilansir Kontan, Boeing telat empat bulan menyerahkan dokumen tersebut.
FAA tengah meninjau informasi yang ada untuk menentukan langkah yang tepat.
Informasi pesan singkat ini pun sudah sampai ke Departemen Kehakiman.
Penemuan baru yang muncul beberapa hari sebelum Muilenburg bersaksi di depan Kongres.
Boeing mengatakan bahwa Muilenburg telah menghubungi Steve Dickson, Administrator FAA untuk merespons kekhawatiran pada surat FAA.
• BPJS Kesehatan Defisit, Berikut Harapan BPJS Watch Pada Pemerintahan Periode Jokowi
Muilenburg memastikan bahwa "Boeing mengambil setiap langkah yang mungkin untuk mengembalikan layanan MAX ke level aman."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pesawat-boeing__98988.jpg)