Sabtu, 11 April 2026

Gara-gara Pesan Internal Terkuak, Bakal Ada Persoalan Baru Kasus Boeing 737 MAX?

Seorang pilot senior Boeing Co mengatakan ia mungkin telah secara tidak sengaja menyesatkan para regulator.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Seorang pilot senior Boeing Co mengatakan ia mungkin telah secara tidak sengaja menyesatkan para regulator.

Serangkaian pesan internal sejak 2016 yang dipublikasikan Jumat ini membawa Boeing ke krisis baru.

Pesan-pesan ini menyebabkan saham Boeing anjlok 6,8 persen pada akhir pekan lalu.

Federal Aviation Administration (FAA) meminta penjelasan segera kepada Boeing.

Kongres pun merilis panggilan baru untuk Boeing.

Inklusi Keuangan Sudah Mencapai Target, Berikut Penjelasan dari OJK

Dalam transkrip pesan singkat antara dua karyawan, kepala pilot teknis 737 MAX saat itu, Mark Forkner, mengajukan pertanyaan tentang kinerja sistem anti-stall MCAS di pesawat.

Sistem ini terkait dengan kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan total 346 orang.

Dalam pertukaran dengan pilot Boeing lain, Forkner mengatakan kinerja MCAS di simulator itu tidak terkendali.

Pesan-pesan tersebut, yang diberikan oleh sumber-sumber kepada Reuters seperti dilansir Kontan, tampaknya merupakan pengamatan publik pertama yang diketahui bahwa MCAS bergerak liar selama pengujian sebelum pesawat memasuki layanan.

Start Up Paket Wisata Terus Bermunculan

Forkner mengatakan dalam satu pesan teks, "Saya pada dasarnya berbohong kepada para regulator (tanpa sadar)."

Karyawan lain membalas bahwa "Itu tidak bohong, tidak ada yang memberi tahu kita bahwa itu adalah masalah MCAS."

Forkner menjawab segera setelah itu. "Memang saya payah dalam terbang, tetapi bahkan ini mengerikan."

Pada pesan yang lain, Forkner mengatakan "Masih ada beberapa masalah mendasar yang nyata dalam simulator."

Hingga Oktober IHSG Turun 3 Persen, Saham-saham Ini yang Bisa Menahan Penurunan Indeks

"Jika Anda membaca seluruh obrolan, jelas bahwa tidak ada 'kebohongan,'" kata David Gerger, pengacara Forkner melalui email kepada Reuters, Jumat (18/10/2019), yang dilansir Kontan.

“Simulator itu tidak bisa dibaca dengan benar dan harus diperbaiki agar bisa terbang seperti pesawat sungguhan. Karier Mark - di Angkatan Udara, di FAA, dan di Boeing - adalah tentang keselamatan. Dan berdasarkan semua yang dia tahu, dia benar-benar berpikir pesawat ini aman," kata Gerger.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved