Wiranto Diserang
Sudah 40 Terduga Teroris Diringkus Densus 88, Polisi dan Tempat Ibadah Jadi Target Serangan
MABES Polri mengungkap Densus 88 Antiteror telah menangkap 40 terduga teroris, pasca-penusukan Menkopolhukam Wiranto.
"Kemudian yang hari ini ditangkap oleh Densus 88 Antiteror atas nama S dan LT," terang Dedi Prasetyo.
Dedi Prasetyo tak menjelaskan secara rinci peran S, namun LT disebutnya disiapkan sebagai suicide bomber.
• UU Hasil Revisi Otomatis Berlaku Mulai 17 Oktober 2019, KPK Masih Berharap Perppu, Pengamat Pesimis
Sasaran LT adalah Mako Polri dan tempat ibadah yang berada di Cirebon.
Dari kedua terduga teroris itu, sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sepeda motor, handphone, beberapa kartu ATM, senjata tajam, serta sejumlah buku kimia hingga buku terorisme.
Di Bandung, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, polisi menciduk dua terduga teroris berinisial DP dan MNA.
• Bakal Masuk Pemerintahan, Cak Imin Sebut Partai Gerindra Makmum Masbuk
Barang bukti yang disita berupa beberapa pucuk air soft gun, kaus, pisau lipat, serta satu botol berisi cairan yang masih didalami.
"Kalau di JAD Cirebon dia (terduga teroris) menggunakan suicide bomber."
"Kalau JAD Bandung dia menggunakan serangan beberapa senjata tadi, ada angin, air soft gun, ada pisau, dan beberapa senjata tajam," terangnya.
• Dua Mahasiswa Mengaku Dianiaya Oknum Polisi di Sekitar DPR, Lapor ke Propam Tanpa Bukti Visum
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap 22 terduga teroris, sejak insiden penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto pada Kamis (10/10/2019) hingga Senin (14/10/2019).
"Sampai hari ini total sudah ada 22 tersangka kasus tindak pidana terorisme yang berhasil dilakukan preventive strike" ucap Dedi Prasetyo, Senin (14/10/2019).
Dedi Prasetyo menerangkan, ke-22 tersangka itu diamankan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Banten, Bali, Sulawesi Utara, Jambi, Jakarta, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Jawa Barat.
• Polisi Ungkap Ciri Khas Aksi Teror Kelompok JAD, Kasih Kabar di Media Sosial Sebelum Lakukan Amaliah
Sebagian dari jumlah itu, sebut Dedi Prasetyo, berafiliasi dengan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) dan bersumpah setia terhadap ISIS.
Namun, untuk tersangka di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, berafiliasi kepada kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"Sementara untuk tersangka di Sulawesi Tengah berinisial A, dan S alias Jack Sparrow di Sulawesi Utara, mereka mendukung organisasi terlarang, kelompok Mujahidin Indonesia Timur," paparnya.
• Setelah TNI AU, Kementerian Pertahanan Beli 10 Pikap Esemka, Sanggup Melaju di Jalan Tak Beraspal
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, pihaknya melalui Densus 88 Antiteror tak akan berhenti menangkap terduga teroris.
Pihaknya, kata dia, akan terus mengembangkan kasus ini.
Terutama, untuk memitigasi aksi teror jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.
• Dilempar Batu Saat Bertanya, Kakek Tikam Pemuda Hingga Tewas di Bekasi
"Kami tidak akan berhenti dan akan kembangkan terus kasus ini," cetusnya.
Berikut ini inisial 26 tersangka teroris yang diciduk aparat Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu 10-15 Oktober 2019:
- Banten: Abu Rara, FA, RA, dan WB alias Budi
- Bali: AT dan ZA
- Sulawesi UTARA: S alias Jack Sparrow
- Jambi: R alias Putera alias Pedagang Berdebu
- Jakarta: TH
- Lampung: NAS, APS, PH, P alias Yudhistira, MRM alias Rizki, UE
- Sulawesi Tengah: A
- Jawa Barat: RF, YF, WA, N, JJ, AAS, S, LT, DP, MNA. (Vincentius Jyestha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/polisi-geledah-rumah-terduga-teroris-di-tambun-bekasi.jpg)